
BEGINILAH kondisi kaca depan truk tangki BBM yang rusak oleh aksi pengendara yang melemparkan batu, Sabtu (30/5) dinihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Keamanan pengguna Jalan A Yani di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kembali menjadi sorotan setelah terjadi aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap kendaraan yang melintas di kawasan Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Sabtu (30/5/2026) dini hari.
Insiden yang menyasar kendaraan angkutan barang tersebut membuat para sopir dan warga yang kerap bepergian pada malam hari merasa khawatir.
Apalagi lokasi kejadian berada di ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama distribusi logistik dari Banjarmasin menuju sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Terjadi Saat Dini Hari
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi ketika dua unit truk tangki BBM milik sebuah perusahaan sedang melakukan perjalanan dari Banjarmasin menuju Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu.
Di belakang kedua truk tangki tersebut terdapat satu unit truk PS yang turut melintas pada waktu bersamaan.
Suwandi, rekan kerja sopir BBM, menuturkan bahwa saat kendaraan melaju di kawasan Desa Panggung, tiba-tiba muncul tiga orang pengendara sepeda motor dari arah berlawanan yakni arah ke Banjarmasin.
Tanpa diduga, para pengendara tersebut melemparkan batu ke arah kendaraan yang sedang melintas.
“Truk tangki yang paling depan sempat dilempar, tetapi tidak mengalami kerusakan. Truk tangki kedua terkena lemparan hingga kaca depannya pecah. Sementara truk PS yang berada di belakang juga menjadi sasaran pelemparan,” ujarnya.
Rekannya tidak sempat berkomunikasi lebih lanjut dengan sopit truk PS tersebut. “Kalau tak keliru, dari Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar. Kasihan juga turut kena lemparan batu,” sebutnya.
Menurut Suwandi, kejadian berlangsung sangat cepat sehingga para sopir tidak sempat mengenali identitas para pelaku. Insiden terjadi sekitar pukul 01.40 Wita.
Rekan Sopir Langsung Bergerak
Setelah kejadian, informasi segera disampaikan melalui grup komunikasi internal perusahaan.
Rekan korban (Suwandi) yang saat itu berada di Sungai Danau dan baru menyelesaikan aktivitas pengantaran BBM langsung bergerak menuju Pelaihari untuk memberikan bantuan.
Karena kondisi kaca depan pecah dan dinilai membahayakan keselamatan pengemudi, salah satu truk tangki akhirnya tidak melanjutkan perjalanan dan kembali menuju Banjarmasin dengan pengawalan rekan-rekannya.
Sementara satu unit truk tangki lainnya tetap melanjutkan perjalanan menuju lokasi tujuan pengiriman.
“Selama kami bekerja di jalur ini, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. Sebelumnya tidak pernah ada,” kata Suwandi.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera menindaklanjuti insiden tersebut.
Ricky langsung memerintahkan bawahannya untuk bergerak cepat menindaklanjuti insiden tersebut.
Personelnya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta memastikan keamanan pengguna jalan.
“Kami segera tindak lanjuti dan melakukan pelacakan terhadap pelakunya,” kata Kapolres.
Warga Khawatir Bepergian Malam Hari
Kabar pelemparan kendaraan itu juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Rahman, warga Pelaihari yang kerap bepergian menuju Banjarmasin pada malam hari, mengaku cemas setelah mendengar informasi tersebut.
“Kalau benar ada pelemparan kendaraan seperti itu tentu membuat kami khawatir. Apalagi jalan itu sering kami lewati saat malam atau dini hari. Semoga pelakunya cepat ditemukan,” ujarnya.
Senada, Harmiansyah, warga Angsau, berharap aparat keamanan meningkatkan patroli di sepanjang jalur nasional, terutama pada jam-jam rawan.
“Pengguna jalan pasti ingin merasa aman. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena bisa membahayakan keselamatan orang yang sedang berkendara,” katanya.
Jalur Vital Distribusi
Ruas Jalan A Yani yang melintasi Pelaihari merupakan salah satu jalur vital distribusi barang dan BBM di Kalimantan Selatan.
Setiap hari, cukup banyak kendaraan logistik melintas untuk memasok kebutuhan berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Karena itu, munculnya aksi pelemparan kendaraan di jalur tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan pengemudi, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus distribusi barang.
Hingga Sabtu siang, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan melakukan penelusuran guna mengungkap pelaku aksi pelemparan yang meresahkan pengguna jalan tersebut.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
