
KONSOLIDASI – Puluhan mahasiswa melakukan rapat konsolidasi outdoor di lingkungan Sekretariat HMI Tala di Desa Panggung, Minggu (17/5) sore. Besok mereka akan berdemo ke DPRD menyuarakan persoalan solar subsidi untuk nelayan.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Berlarut-larutnya permasalahan distribusi solar subsidi bagi nelayan pesisir Kabupaten Tanah Laut (Tala) menjadi atensi khusus kalangan mahasiswa di daerah ini.
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang memastikan bakal menggelar aksi demonstrasi ke kantor DPRD Kabupaten Tanah Laut pada Senin siang besok.
Keputusan turun ke jalan itu diambil usai rapat konsolidasi gabungan yang berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Tanah Laut kawasan Jalan A Yani Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Minggu (17/5/2026) sore.
Sekitar 40 peserta dari berbagai unsur mulai dari HMI Tanah Laut, DPM Politala, BEM Politala, elemen pemuda hingga perwakilan masyarakat pesisir tampak mematangkan strategi aksi lapangan.
Mereka sepakat membawa persoalan kelangkaan dan dugaan permainan Solar subsidi tersebut ke meja wakil rakyat.
Aliansi menilai nelayan kecil di Desa Kuala Tambangan dan Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, menjadi pihak yang paling terdampak akibat carut-marut distribusi BBM subsidi.
Di Kuala Tambangan, muncul dugaan penguasaan dan penahanan barcode yang menyebabkan distribusi solar dinilai tidak merata.
Sementara itu di Tabanio, berkembang isu intimidasi hingga pemotongan jatah BBM bagi nelayan.
Kondisi tersebut disebut memicu harga solar subsidi di lapangan melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yang ditetapkan sebesar Rp 6.800 per liter.
Akibatnya, banyak nelayan kesulitan melaut karena biaya operasional meningkat tajam.
Desak DPRD Bertindak
Koordinator Lapangan aksi, M Ilmi, mengatakan demonstrasi dilakukan untuk mendesak fungsi pengawasan legislatif agar lebih serius menangani persoalan distribusi Solar subsidi di wilayah pesisir.
“Kamі dari Aliansi Tuntung Pandang menuntut ketegasan dari para wakil rakyat. Besok kami membawa sejumlah tuntutan sikap yang wajib dipenuhi dan disikapi serius oleh DPRD Kabupaten Tanah Laut,” tegas Ilmi saat konsolidasi.
Menurutnya, mahasiswa dan elemen masyarakat tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut tanpa solusi nyata.
Mereka meminta adanya pembenahan sistem distribusi agar lebih transparan dan tepat sasaran bagi nelayan kecil.
Aliansi bahkan menyatakan siap bertahan di gedung dewan sampai ada langkah konkret dari pihak legislatif untuk mengusut dugaan permainan Solar subsidi tersebut.
“Diam tertindas atau bangkit melawan sebab diam adalah bentuk pengkhianatan. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup nelayan,” seru Ilmi menutup konsolidasi.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
