
REPLIKA – Replika mobil patroli dipajang di sejumlah titik rawan oleh Satlantas Polres Tala. Terobosan unik ini dimaksudkan untuk menekan laka lantas.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tanah Laut (Tala) kini ditempuh dengan cara tak biasa.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Laut memasang replika mobil patroli dan figur anggota polisi di sejumlah titik rawan.
Terobosan unik itu mampu memicu reaksi spontan pengendara: mengerem, melambat, lalu lebih tertib.
Inovasi ini langsung menyasar perilaku berkendara yang kerap menjadi pemicu kecelakaan—kecepatan tinggi dan aksi menyalip sembarangan.
Kasat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Aditya Dikav, mengatakan kehadiran “polisi statis” tersebut sengaja dirancang untuk memberi efek psikologis.
“Begitu melihat sosok polisi di jalan, pengendara otomatis lebih waspada. Itu yang kami harapkan—mereka mengurangi kecepatan dan patuh aturan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Sedikitnya 13 titik rawan kecelakaan menjadi lokasi pemasangan, tersebar di Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Pelaihari, Panyipatan, Batu Ampar, Jorong, hingga Kintap.
Titik tersebut dipilih berdasarkan catatan kerawanan laka lantas yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah ini menjadi strategi preventif dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Tanpa harus selalu menempatkan personel di lapangan, efek kehadiran aparat tetap “terasa” oleh pengguna jalan.
Di lapangan, inovasi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Yadi (34), warga Pelaihari, mengaku sempat terkecoh saat pertama kali melihat replika tersebut.
“Saya kira polisi sungguhan, langsung turunin kecepatan. Menurut saya ini bagus, bikin orang lebih disiplin walaupun cuma replika,” katanya.
Hal senada disampaikan Yanda (31), warga Bati-Bati. Ia menilai langkah ini kreatif dan membantu meningkatkan kesadaran pengendara.
“Kalau bisa ditambah lagi di titik lain. Harapannya kecelakaan bisa berkurang dan orang makin sadar pentingnya keselamatan,” ujarnya.
Warga berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai langkah sesaat, melainkan terus dikembangkan bersamaan dengan edukasi dan penegakan hukum yang konsisten.
Dengan begitu, budaya tertib berlalu lintas di Tanah Laut bisa tumbuh bukan karena takut, tetapi karena kesadaran.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
