
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Momentum peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kalimantan Selatan tak sekadar seremoni.
Di balik barisan peserta upacara yang khidmat, komitmen soal transparansi penerimaan siswa baru justru menjadi titik tekan utama.
Wakil Bupati Tanah Laut, H Muhammad Zazuli, hadir langsung dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Senin (4/5/2026) pagi.
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dengan diikuti jajaran pemerintah daerah serta unsur pendidikan dari berbagai kabupaten/kota.
Sorotan mengarah pada penandatanganan pakta integritas penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dokumen tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan proses penerimaan siswa secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan—isu yang kerap menjadi perhatian publik setiap tahun ajaran baru.
Bagi daerah seperti Tanah Laut, langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.
Apalagi, persoalan zonasi hingga dugaan titipan siswa kerap menjadi keluhan yang muncul di lapangan.
Tak hanya itu, Pemprov Kalsel juga menyalurkan Bantuan Pendidikan Kesetaraan (BAPINTAR) senilai Rp500 juta kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

Bantuan tersebut diharapkan memperkuat akses pendidikan nonformal bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal.
Di sisi lain, penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi turut mewarnai peringatan tersebut.
Apresiasi ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan sistem, masih ada capaian dan dedikasi yang patut dijaga.
Dengan rangkaian agenda itu, peringatan Hardiknas dan Otonomi Daerah tahun ini membawa pesan lebih dari sekadar seremoni—yakni dorongan nyata agar tata kelola pendidikan di daerah semakin bersih dan berpihak pada keadilan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
