
BIMTEK – Sekda Tala Ismail Fahmi mewakili Bupati membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa di Royal Jelita Hotel Banjarmasin, Sabtu (2/5).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Isu transparansi dan kualitas layanan publik di tingkat desa kembali mengemuka.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) mendorong penguatan kapasitas aparatur desa agar tak sekadar menjalankan administrasi, tetapi juga mampu menjawab ekspektasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Tala H Rahmat Trianto melalui Sekda Ismail Fahmi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa di Royal Jelita Hotel Banjarmasin, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, aparatur desa berada di garis terdepan dalam pelayanan publik sekaligus pelaksana pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Aparatur desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik. Peningkatan kapasitas menjadi kunci menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang baik,” ujarnya.
Tekankan Akuntabilitas dan Kepercayaan
Dalam arahannya, Ismail Fahmi menegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa bukan hanya urusan administrasi semata. Lebih dari itu, menyangkut kepercayaan publik yang harus dijaga.
Ia mengingatkan setiap penggunaan anggaran desa harus transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan secara jelas dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat desa,” tegasnya.

Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi
Selain akuntabilitas, peningkatan kompetensi aparatur juga menjadi perhatian utama. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai penting untuk mendukung sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan efisien.
Pemerintah daerah juga mendorong komitmen bersama untuk mencegah potensi penyimpangan dana desa.
“Manfaatkan teknologi informasi agar pengelolaan lebih tertib, sekaligus memperkuat pencegahan penyimpangan,” tambahnya.
222 Aparatur Ikuti Bimtek
Sebanyak 222 aparatur desa dari berbagai wilayah di Tala mengikuti kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 1–4 Mei 2026.
Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Inspektorat Tala, para camat, serta organisasi terkait.
Warga Berharap Pelayanan Lebih Nyata
Dorongan peningkatan kapasitas aparatur desa ini mendapat respons dari masyarakat. Warga berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar berdampak di lapangan.
Safitri, warga Kecamatan Bati-Bati, mengaku berharap pelayanan desa semakin cepat dan transparan.
“Kami berharap setelah bimtek ini, pelayanan di desa lebih terbuka dan tidak berbelit. Kalau soal dana desa juga bisa lebih jelas ke masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zubaidi, warga Pelaihari, yang menekankan pentingnya perubahan nyata.
“Yang penting bukan hanya ikut pelatihan, tapi ada perubahan. Misalnya pembangunan lebih tepat sasaran dan masyarakat dilibatkan,” katanya.
Harapan Perubahan di Level Desa
Bimtek ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kapasitas aparatur desa dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks.
Dengan peningkatan kompetensi dan integritas, desa diharapkan mampu menjadi motor pembangunan yang lebih responsif dan akuntabel.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
