
TABLIGH AKBAR – Lapangan bola Desa Panggung menjadi saksi menggemanya syiar Islam pada Tabligh Akbar yang dihelat, Sabtu (25/4) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Gaung tabligh akbar di Lapangan Sepakbola Desa Panggung, Sabtu malam kemarin, masih membekas di hati warga.
Dua hari berselang, Senin (27/4/2026), cerita tentang suasana religius itu terus bergulir, terutama dari masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.
Siti Rahmah (38), warga Desa Pelaihari, mengaku masih merasakan ketenangan batin usai mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menilai tabligh akbar bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi ruang refleksi di tengah derasnya arus kehidupan modern.
“Waktu itu suasananya khusyuk sekali, hati jadi adem. Apalagi sekarang pengaruh teknologi dan media sosial kuat sekali, jadi kegiatan seperti ini penting untuk mengingatkan kita,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, tabligh akbar mampu menghadirkan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan spiritual. Ia pun berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar agar nilai-nilai religius tetap terjaga, terutama bagi generasi muda.
“Kalau bisa jangan hanya setahun sekali. Lebih sering lebih bagus, supaya anak-anak muda juga punya pegangan di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Hal senada disampaikan Ahmad Fauzi (45). Ia mengaku bangga desanya mampu menyelenggarakan kegiatan keagamaan berskala besar yang menghadirkan penceramah inspiratif seperti Habib Musthofa Al Haddar.
“Kami merasa diperhatikan, bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga rohani. Ini yang kadang terlupakan, padahal sangat penting,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui sambutan Bupati yang disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Achmad Taufik, sebelumnya menegaskan bahwa tabligh akbar memiliki peran strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kualitas iman dan takwa masyarakat.
Kepala Desa Panggung, Bambang Suprianto, juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia berharap momentum ini dapat terus berlanjut sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun masyarakat yang religius.
Tabligh akbar yang dirangkai dengan halal bihalal itu menjadi bukti bahwa di tengah kuatnya pengaruh teknologi informasi, kebutuhan akan siraman rohani tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
Warga pun berharap, kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi rutin digelar sebagai benteng moral dan spiritual di kehidupan sehari-hari.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
