
GENTING – Bupati H Rahmat Trianto, Ketua TP PKK Hj Dian Rahmat, Wabup HM Zazuli dan pejabat penting berpose bersama pada Sosialisasi GENTING di Gedung Sarantang Saruntung, Pelaihari, Rabu (22/4) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, memperkuat gerakan gotong royong dalam menekan angka stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting (GENTING) lewat inovasi Uma Abah Maimpu.
Kegiatan sosialisasi digelar di Gedung Sarantang Saruntung, Rabu (22/4/2026), menghadirkan Bupati H Rahmat Trianto, Wakil Bupati HM Zazuli, Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat, Forkopimda, serta perwakilan Pemprov Kalimantan Selatan.

Kolaborasi Jadi Kunci
Bupati H Rahmat Trianto menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Gerakan ini harus kita kroyok bersama, termasuk perusahaan melalui program CSR,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peran orang tua asuh harus nyata, tidak sekadar simbol, tetapi benar-benar memberikan dampak langsung kepada keluarga sasaran.
H Rahmat menegaskan penanganan stunting membutuhkan gerakan masif dari semua lini, mulai dari camat hingga perusahaan.
Ia bahkan meminta aparat wilayah menjadi ujung tombak dalam menggerakkan kolaborasi lintas sektor.
“Pak camat harus aktif. Libatkan Polsek, Koramil, dan seluruh elemen. Ini harus kita kroyok bersama,” tegas H Rahmat.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan di tingkat kabupaten, tetapi harus bergerak hingga ke tingkat kecamatan dan desa dengan aksi nyata di lapangan.
H Rahmat juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam gerakan ini, terutama melalui program CSR yang diarahkan tepat sasaran.
“Perusahaan juga harus ikut. Kita punya banyak potensi. Tinggal bagaimana kita gerakkan bersama,” ujarnya.
Ia mengingatkan, gerakan orang tua asuh tidak boleh sekadar formalitas, melainkan benar-benar hadir membantu keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun.
“Jangan hanya simbol. Harus benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

Data dan Target Penurunan
Kepala DP3AP2KB Tala, Maria Ulfah, menjelaskan bahwa berdasarkan SSGI 2024, angka stunting di Tala mencapai 22,5 persen, turun signifikan dari 41,7 persen pada 2023.
Pemkab menargetkan angka tersebut turun hingga 14,2 persen pada 2029, sejalan dengan kebijakan nasional.
Program GENTING sendiri menyasar keluarga berisiko, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–23 bulan.
Apa Itu Stunting?
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Anak yang mengalami stunting umumnya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya, serta berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, menurunnya kemampuan belajar, hingga produktivitas yang rendah saat dewasa.
Faktor penyebab stunting tidak hanya terkait asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi sanitasi, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Intervensi Menyeluruh
Melalui program Uma Abah Maimpu, intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi calon pengantin, pendampingan ibu hamil, hingga pemenuhan gizi anak.
Selain bantuan nutrisi, program ini juga mencakup perbaikan sanitasi dan pendampingan keluarga oleh tenaga pendamping.
Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Tala optimistis angka stunting dapat ditekan secara signifikan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
