
RAKOR – Asisten Ekobang Pemkab Tala Masturi mengikuti rakor secara virtual bersama Kemendagri membahas pengendalian inflasi, Senin (6/4).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Di tengah klaim inflasi yang relatif terkendali, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) menyoroti komoditas “biang panas” harga: bawang merah, emas, dan tiket pesawat.
Isu ini mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri, yang diikuti jajaran Pemkab Tala, Senin (6/4/2026) siang.
Rakor dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tala Masturi SSTP bertempat di ruang rapat Barakat lantai dua kantor bupati.
Selain inflasi, forum ini juga mengulas percepatan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik, khususnya Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk pengawasan obat dan makanan, serta evaluasi dukungan daerah terhadap program nasional 3 juta rumah.
Komoditas Pemicu Tetap Diawasi
Dalam paparan rakor, inflasi daerah dinilai masih dalam batas aman. Namun demikian, sejumlah komoditas strategis tetap menjadi penyumbang utama gejolak harga, terutama bawang merah dan biaya transportasi udara.
Pemerintah pusat melalui Kemendagri menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur di daerah, mulai dari percepatan penyaluran DAK, penguatan pengawasan distribusi pangan, hingga intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
Dorong Gerakan Tanam dan Kolaborasi Daerah
Tak hanya itu, daerah juga diminta meningkatkan kualitas pelaporan program serta memperkuat kerja sama antardaerah guna mengantisipasi lonjakan harga.
Salah satu strategi konkret yang kembali didorong adalah gerakan menanam komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang.
Upaya ini dinilai efektif dalam jangka menengah untuk menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Komitmen Tala Jaga Stabilitas
Melalui rakor tersebut, Pemkab Tanah Laut menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung program strategis nasional.
Langkah pengendalian inflasi diharapkan tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika harga yang fluktuatif.
Tentang Program 3 Juta Rumah
Program 3 juta rumah merupakan program strategis nasional yang bertujuan menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah (MBR).
Program ini mencakup:
- Pembangunan rumah baru, baik rumah tapak maupun hunian vertikal
- Peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH)
- Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam penyediaan perumahan
Target 3 juta rumah biasanya dibagi dalam beberapa segmen:
- Sekitar 1 juta unit di perkotaan
- 2 juta unit di pedesaan
Tujuan utamanya:
- Mengurangi backlog (kekurangan rumah)
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
- Mendorong pertumbuhan sektor konstruksi dan ekonomi daerah
Peran pemerintah daerah seperti Pemkab Tanah Laut sangat krusial, terutama dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, serta sinkronisasi program dengan kebutuhan masyarakat lokal.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
