
KANTOR Dinas Kesehatan Tala di Jalan A Syairani, Pelaihari
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Isu kesehatan mental pelajar bukan lagi sekadar wacana. Di Kabupaten Tanah Laut (Tala), hasil skrining menunjukkan satu dari lima siswa yang diperiksa mengalami gejala gangguan emosional.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala mencatat, dari 6.284 siswa yang menjalani skrining kesehatan jiwa, sebanyak 1.281 siswa (20,39 persen) menunjukkan gejala gangguan emosional. Sisanya, 79,61 persen tidak menunjukkan gejala signifikan.
Kepala Dinkes Tala dr Hj Isna Farida MKes menegaskan skrining ini menjadi pintu awal deteksi dini.
“Siswa yang terindikasi langsung diarahkan untuk konseling melalui UKS, puskesmas, maupun tenaga psikolog,” ujarnya, Kamis (12/2/2026)
Depresi dan Cemas di Ruang Kelas
Rincian skrining menunjukkan 668 siswa (10,67 persen) mengalami depresi ringan dan 315 siswa (5,03 persen) depresi berat.
Sementara gejala kecemasan ditemukan pada 587 siswa (9,37 persen) kategori ringan dan 299 siswa (4,77 persen) kategori berat.
Angka ini menjadi alarm bahwa tekanan emosional di kalangan remaja sekolah tidak bisa diabaikan. Lingkungan belajar, pergaulan, hingga beban akademik menjadi faktor yang perlu dicermati bersama.
Gigi Berlubang Paling Dominan
Masalah kesehatan pelajar di Tala tak hanya soal mental. Dari 37.147 siswa yang diperiksa, sebanyak 28.269 siswa (76,1 persen) mengalami karies gigi—menjadi temuan paling dominan.
Selain itu, 71,74 persen siswa tercatat kurang aktivitas fisik. Dari 22.477 siswa yang mengikuti tes kebugaran, 55,27 persen berada pada kategori kurang, bahkan 1,51 persen tergolong kurang sekali.
Pada aspek tekanan darah, dari 34.314 siswa yang diperiksa, 21,05 persen terindikasi hipertensi dan 6,27 persen prahipertensi. Sementara anemia juga ditemukan pada lebih dari sepertiga siswa yang diperiksa khusus.
Langkah Intervensi
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinkes bersama Dinas Pendidikan memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai pusat deteksi dini dan pemantauan kesehatan.
Program yang dijalankan meliputi:
– Rujukan dan konseling bagi siswa terindikasi gangguan fisik maupun mental.
– Edukasi sikat gigi massal dan pemeriksaan berkala.
– Kampanye aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.
– Edukasi gizi seimbang dan pencegahan anemia, khususnya bagi remaja putri.
– Penyuluhan kesehatan mental dan manajemen stres.
– Kolaborasi dengan sekolah dan orang tua juga diperkuat agar penanganan tidak berhenti di hasil skrining semata.
Dengan temuan ini, ruang kelas di Tala kini bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi titik awal pemetaan kesehatan generasi muda—baik fisik maupun mental.
(inspirasitala.co.id/inspira)
