
DR HJ ISNA FARIDA MKES, Kepala Dinkes Tala
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut (Tala) mencatat sejumlah capaian penting dalam layanan kesehatan dasar yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Dari upaya penanggulangan stunting hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Berdasar data terhimpun, Rabu (4/2/2026), realisasi program menunjukkan dampak nyata di lapangan, meski tantangan terutama pada sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi perhatian.
Kepala Dinas Kesehatan Tala, dr Hj Isna Farida, menyatakan komitmen Dinkes Tala untuk memastikan program kesehatan berjalan optimal hingga ke tingkat desa dan puskesmas.
Target utama peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) menjadi pondasi besar dari berbagai intervensi tersebut.
Prestasi dan Pengakuan Capaian Layanan
Salah satu indikator keberhasilan program kesehatan daerah ditandai dengan penghargaan yang diraih Pemkab Tanah Laut melalui Dinkes Tala pada Musyawarah Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Kesehatan Daerah (Musrenbangkesda) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.
Tanah Laut meraih penghargaan terbaik III kategori capaian pemeriksaan kesehatan gratis tertinggi se-Kalimantan Selatan, yang menilai komitmen daerah dalam memperluas layanan kesehatan masyarakat termasuk pemeriksaan umum, layanan promotif dan preventif seperti sunatan massal dan operasi katarak.
Cakupan Layanan & Upaya Spesifik
Upaya pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari strategi Dinkes Tala untuk menjangkau seluruh warga, termasuk masyarakat kurang mampu.
Pada 2025, program jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan mencapai 123.495 warga kurang mampu, di mana layanan kesehatan dasar seperti pelayanan posyandu, puskesmas, dan Puskesmas Pembantu (Pustu) terus diperkuat.
Selain itu, Dinkes Tala juga menargetkan peningkatan cakupan imunisasi minimal 95 persen, sebuah upaya signifikan untuk mencapai herd immunity dan mencegah kasus penyakit seperti campak.
Fokus Penanggulangan Stunting
Tantangan kesehatan mikro seperti stunting tetap menjadi fokus kegiatan lintas sektor yang didukung Dinkes Tala.
Pemerintah daerah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp4,6 miliar di APBD 2025 untuk penanggulangan dan pencegahan stunting melalui layanan kesehatan gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi keluarga.
Data publik juga menunjukkan bahwa sejumlah kegiatan evaluasi audit kasus stunting telah dilaksanakan di wilayah-wilayah prioritas, seperti Kecamatan Panyipatan, untuk menilai efektivitas intervensi dan merumuskan langkah strategis berkelanjutan.
Dampak pada Angka Kesehatan Dasar
Data statistik kesehatan juga menggambarkan konteks kinerja layanan. Misalnya, pada 2024 (indikator yang relevan dengan strategi layanan 2025), Angka Kematian Bayi (AKB) di Tanah Laut tercatat 11,7 per 1.000 kelahiran hidup, yang merefleksikan tantangan kesehatan ibu dan anak di daerah.
Hambatan: SDM Layanan Terdepan
Meski capaian-capaian tersebut menunjukkan arah positif, dr Hj Isna Farida kembali menegaskan kendala utama pelaksanaan program adalah kekurangan SDM, khususnya tenaga kesehatan di puskesmas.
Keterbatasan ini berdampak pada kapasitas layanan harian dan penguatan kegiatan promotif serta preventif.
Penguatan SDM menjadi prasyarat penting bagi Dinkes Tala untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi capaian layanan kesehatan di 2026.
(inspirasitala.co.id/inspira)
