
DISODET – Tiga titik di ruas Jalan H Sukamta di wilayah Kecamatan Bumi Makmur disodet sejak Rabu (14/1) untuk mempercepat penurunan genangan banjir.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Lambannya surut banjir yang berhari-hari merendam Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur mendorong Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) menambah langkah darurat.
Tak hanya mengandalkan pompa penyedot air, pemerintah daerah kini membuka sodetan baru untuk mempercepat aliran air keluar dari kawasan genangan.
Mulai Rabu (14/1/2026), Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRP Tala mengerjakan sodetan di sepanjang Jalan H Sukamta, tepatnya di wilayah Desa Kurau Utara dan Desa Handil Maluka, Kecamatan Bumi Makmur.
Jalur ini menjadi titik krusial karena menahan aliran air dari kawasan permukiman menuju saluran pembuangan.
Camat Bumi Makmur, Imam EW, mengatakan pembuatan sodetan tersebut dilakukan di tiga titik secara bersamaan. Dua titik berada di Desa Kurau Utara dan satu titik lainnya di Desa Handil Maluka.
“Pekerjaannya kita kebut. Perkiraan dua sampai tiga hari sudah selesai. Bahkan satu titik di Kurau Utara kemungkinan rampung lebih cepat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Menurut Imam, sodetan dibuat dengan lebar sekitar 5 hingga 6 meter agar debit air yang keluar dari kawasan genangan bisa lebih besar. Pengerjaan dilakukan dengan sistem setengah badan jalan, sehingga akses Jalan H Sukamta tetap bisa dilalui warga.
Upaya ini melengkapi langkah sebelumnya berupa penyedotan air banjir oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III yang telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir di simpang tiga Desa Handil Maluka. Hingga Rabu, aktivitas penyedotan masih terus dilakukan.
“Penyedotan dari BWS masih berjalan. Ini kita kombinasikan dengan sodetan supaya penurunan air bisa lebih cepat,” jelas Imam.
Seperti diketahui, banjir di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur termasuk yang paling lama bertahan. Hingga pertengahan Januari 2026, air masih menggenangi rumah warga, jalan lingkungan, hingga jalan poros penghubung antarkecamatan, sehingga aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Dengan pembukaan sodetan dan optimalisasi pompa air ini, pemerintah daerah berharap genangan dapat segera berkurang, sembari menyiapkan evaluasi penanganan jangka menengah agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Fakta Banjir 2026 di Tanah Laut
📌 Ribuan Rumah Terendam
Banjir yang melanda Kabupaten Tanah Laut tak hanya terjadi di Kurau, Bumi Makmur, tetapi juga melanda sejumlah sebagian wilayah Kecamatan Pelaihari, Tambangulang, dan Bajuin. Ini terjadi saat puncak penghujan 28 Desember 2025 lalu.
Merujuk data BPBD Tala, berikut ini wilayah terdampak di Kecamatan Bati-Bati, Pelaihari, Bajuin, dan Tambang Ulang:
– Total keseluruhan terdampak (BANJIR MASUK DALAM RUMAH) banjir genangan : 1.641 buah rumah, 1.647 KK, 5.085 Jiwa
– Total keseluruhan tergenang (BANJIR MENGGENANG DILUAR RUMAH) banjir genangan : 397 buah rumah, 406 KK, 1.350 Jiwa
Total keseluruhan terdampak (AIR ROB MASUK DALAM RUMAH) BANJIR ROB: di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur:
– Total keseluruhan terdampak 1255
buah rumah, 1338 KK, 3851 Jiwa
– Total keseluruhan tergenang(AIR ROB MENGGENANG DILUAR RUMAH) BANJIR ROB : 1942 buah rumah, 2211 KK, 6598 Jiwa
📌 Dampak Luas Genangan dan Rob
Kondisi banjir di beberapa wilayah Tanah Laut termasuk kombinasi antara banjir genangan dan banjir rob akibat pasang laut. Genangan air sempat mencapai puluhan sentimeter hingga hampir setengah meter di beberapa titik, mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas.
📌 Faktor Penyebab Banjir
Warga Desa Kurau menjelaskan banjir diperparah oleh tingginya curah hujan dan fenomena air laut pasang. Lokasi desa yang dekat dengan laut menyebabkan genangan air susah surut ketika cuaca buruk dan pasang tinggi bersamaan terjadi.
📌 Fasilitas & Warga Terdampak
Selain rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan jalan poros juga ikut terendam di beberapa kecamatan terdampak banjir.
📌 Koordinasi Penanganan Darurat
BPBD Tanah Laut dan instansi terkait terus melakukan pemantauan tinggi muka air, pendirian posko tanggap bencana, serta pendistribusian logistik dan air bersih kepada warga.
(inspirasitala.co.id/inspira)
