
BERPOSE – Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Laut Hj Dian Rahmat berpose bersama Duta Besar Belgia Andri Hadi dan istri, Sabtu (13/12), di Belgia.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Langkah kain sasirangan khas Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kian melaju menembus batas negara.
Setelah sebelumnya unjuk pesona di panggung fesyen nasional Jakarta, kini sasirangan Tala resmi tampil di ajang mode internasional di Belgia.
Kain tradisional Banua itu ambil bagian dalam Indonesia Creative Week Belgium 2025 yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di Historic Waiting Hall, Antwerpen Central Station, salah satu ruang bersejarah di jantung Eropa yang kerap menjadi etalase budaya dunia.
Partisipasi ini merupakan kelanjutan dari strategi promosi yang digerakkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanah Laut Hj Dian Rahmat, yang konsisten mendorong sasirangan khas Tala naik kelas, tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga di level global.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah dalam pengembangan dan promosi sasirangan, termasuk melalui ajang fesyen nasional dan internasional.
Sebelumnya, sasirangan Tala telah mencuri perhatian publik Tanah Air saat tampil dalam Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 pada 4 Oktober 2025, mengusung tema Mel Ahyar Archipelago Tanah Laut.
Bertempat di Warehouse Level 5 Plaza Indonesia, Jakarta, sasirangan Tala diperagakan oleh sejumlah figur publik dan model ternama, seperti Ario Bayu, Maudy Ayunda, Ine Febrianti, Titi Rajo Bintang, Devano Mahendra, dan Sheila Dara.
Pada ajang nasional tersebut, sasirangan Tala dikenalkan sebagai fesyen etnik kontemporer yang memiliki nilai budaya kuat sekaligus berdaya saing pasar. Momentum PIFW menjadi pintu pembuka sebelum Tala menapaki panggung internasional.

Dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (14/12/2025), Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tanah Laut Nurmaya Savitri, mengatakan, di Belgia kain sasirangan khas Tala ditampilkan secara khusus dalam peragaan busana.
Pada fashion show di Belgia tersebut, sasirangan Tala diperagakan langsung oleh model-model Eropa. Selain itu, juga digelar mini expo produk unggulan daerah.
Sasirangan yang dipamerkan merupakan karya pelaku IKM Tanah Laut, di antaranya Haidar, Arthadeva, Fanesya, Yazidan, BSB, dan sejumlah perajin lainnya.
Setiap motif dan warna menggambarkan kekayaan budaya Banua yang diolah dengan pendekatan modern.
Tak hanya fesyen, mini expo turut menghadirkan aneka produk kerajinan dan pangan khas Tanah Laut, seperti keripik tempe, stik pisang, stik daun kelor, madu kelulut, serta berbagai produk unggulan lainnya.
Kehadiran Tanah Laut di Belgia menegaskan bahwa sasirangan bukan sekadar kain tradisional, melainkan identitas budaya yang mampu berbicara di panggung global.
Dari Jakarta hingga Eropa, Tala menunjukkan keseriusannya merawat warisan budaya sekaligus membuka jalan menuju masa depan industri kreatif daerah.

📍Apa itu Indonesia Creative Week Belgium 2025?
Indonesia Creative Week Belgium 2025 adalah sebuah perayaan budaya dan kreativitas Indonesia yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di Historic Waiting Hall, Antwerpen Central Station, Belgia.
Acara ini diselenggarakan oleh organisasi komunitas Native Indonesia VZW sebagai bentuk promosi creative culture Indonesia di Eropa.

🎨 Tujuan dan Fokus Acara
Acara ini dirancang untuk menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Eropa, memadukan warisan budaya tradisional dengan desain kontemporer dan kreativitas modern, termasuk fesyen, seni, kerajinan, kuliner, dan pertunjukan budaya.
Melalui Indonesia Creative Week Belgium, penyelenggara ingin memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada publik internasional—melampaui sekadar hiburan menjadi ruang pertemuan antarbudaya.

👗 Isi Kegiatan Utama
– Peragaan mode (fashion show): menampilkan karya-karya kreatif Indonesia, termasuk textile dan fesyen etnik seperti sasirangan di panggung internasional.
– Pameran dan pasar budaya: area bazaar yang memamerkan produk-produk kerajinan, desain, dan kuliner khas Indonesia.
– Pertunjukan live & hiburan: mencakup musik, DJ set, dan hiburan lain yang memadukan unsur lokal dan internasional.
– Networking & pertukaran kreatif: kesempatan bagi pelaku kreatif, desainer, dan komunitas budaya untuk saling bertemu dan membangun koneksi lintas negara.
📌 Lokasi dan Signifikansi
Acara berlangsung di Historic Waiting Hall, Antwerpen Central Station—salah satu landmark ikonik di Belgia yang sering menjadi tempat rendezvous budaya dan acara publik besar. Lokasi ini dipilih untuk memaksimalkan visibilitas dan interaksi dengan audiens internasional.
🧭 Kaitannya dengan Kreativitas Indonesia
Indonesia Creative Week Belgium menonjolkan konsep “creative bridge”, yakni upaya menyatukan kreativitas lokal Indonesia dengan apresiasi dunia global melalui ajang yang bersifat multikultural.
Elemen fesyen tradisional seperti sasirangan tidak hanya dipamerkan tetapi juga diintegrasikan ke dalam panggung dunia, memperlihatkan bahwa craftsmanship Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi internasional.
(inspirasitala.co.id/inspira)
