
ARAHAN – Bupati Tala H Rahmat Trianto menyampaikan arahan terkait penanganan banjir yang saat ini melanda Tala, Selasa (6/1)
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut (Tala) menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tidak lagi berkutat pada penanganan darurat semata.
Tiga kecamatan kembali menjadi langganan banjir yaitu Kurau, Bumi Makmur, dan Bati-Bati. Data terhimpun. Sabtu (10/1/2026), cakupan banjir terluas terjadi di Kecamatan Bumi Makmur karena semua desa kebanjiran meski dengan level dampak bervariasi.
Bupati Tala H Rahmat Trianto menegaskan, persoalan banjir tahunan harus dijawab dengan solusi nyata dan terencana, bukan sekadar distribusi bantuan.
Penegasan itu disampaikan Rahmat saat coffee morning bersama jajaran perangkat daerah di Gedung Sarantang Saruntung, Selasa kemarin. Ia menilai, masyarakat kini semakin kritis dan menuntut langkah konkret dari pemerintah.
“Apakah kita cukup hanya memberi bantuan lalu selesai? Tidak. Banjir ini masalah tahunan, artinya harus ada solusi jangka panjang,” tegas Rahmat.
Ia mengungkapkan, Pemkab Tala melalui BPBD bersama instansi teknis telah turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir, terutama di wilayah Kurau, Bati-Bati, dan sekitarnya.
Fokus penanganan diarahkan pada rehabilitasi alur sungai, perbaikan pintu air, serta penataan kawasan hulu dan hilir sungai.
Menurut Rahmat, tantangan penanganan banjir di Tala tidak sederhana. Banyak permukiman warga berdiri di atas rawa dan lahan persawahan yang hampir setiap tahun terendam, sehingga membutuhkan pendekatan perencanaan yang berkelanjutan.
Selain aspek fisik, Rahmat juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak banjir.
Ia meminta pendistribusian bantuan logistik benar-benar tepat sasaran dengan melibatkan BPBD, Dinas Sosial, camat, aparat desa, hingga RT setempat.
“Kesiapan kesehatan, pengamanan, dan transportasi evakuasi juga harus diperhatikan. Jangan sampai warga kesulitan saat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan agar pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian yang layak serta memastikan kegiatan pendidikan anak-anak tetap berjalan meski terdampak banjir.
Dalam forum tersebut, Rahmat turut menyoroti kinerja perangkat daerah, khususnya terkait realisasi anggaran.
Ia menegaskan, rendahnya serapan anggaran tidak bisa lagi ditoleransi dengan alasan perencanaan yang lemah atau kurangnya koordinasi.
“Kalau realisasi anggaran tidak maksimal, berarti ada yang salah. Ini tidak boleh terulang di 2026,” katanya.
Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk berani berinovasi dan meninggalkan pola kerja yang monoton. Setiap program, menurutnya, harus berdampak langsung bagi masyarakat.
“Anggaran ini uang rakyat. Jangan hanya menggugurkan kewajiban, tapi pastikan manfaatnya benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Menutup arahannya, Rahmat mengajak seluruh jajaran Pemkab Tala untuk tetap solid, profesional, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Banjir ini ujian yang datang hampir setiap tahun. Tugas kita adalah terus mencari solusi agar masyarakat terlindungi,” pungkasnya.
(inspirasitala.co.id/inspira)
