
BERPOSE – Jajaran pengurus DWP Kalsel dan DWP Tala berpose bersama pada acara Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati, Pelaihari, Selasa (10/3).
INSPIRASITALA.CO.ID PELAIHARI – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tanah Laut (Tala) kini mulai menyasar kelompok usia yang lebih dini.
Remaja dinilai menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai stunting, sehingga edukasi kesehatan, gizi, hingga kesiapan berkeluarga terus diperkuat.
Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas yang digelar di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati, Pelaihari, Selasa kemarin.
Kegiatan ini mempertemukan jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan dan DWP Kabupaten Tanah Laut bersama instansi terkait.
Program ini merupakan kolaborasi DWP dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) untuk meningkatkan kesadaran gizi sejak usia remaja, terutama bagi calon pengantin dan ibu hamil.
Remaja Jadi Kunci Pencegahan
Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin, menegaskan bahwa organisasi perempuan harus lebih aktif berkontribusi dalam isu sosial, termasuk penanganan stunting.
Ia menilai, DWP di daerah perlu berinovasi dan memperluas kerja sama dengan berbagai organisasi perempuan lainnya agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat.
“Dharma Wanita sekarang harus bangkit dan bisa bekerja sama dengan dinas terkait. Saya minta DWP di Tanah Laut juga berinovasi mencari kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, bukan hanya kegiatan rutin,” tegasnya.
Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut, Nor Aida Ismail Fahmi, menyambut kehadiran jajaran DWP provinsi sebagai penyemangat bagi organisasi di daerah.
Menurutnya, menyasar remaja merupakan langkah strategis karena mereka adalah calon orang tua di masa depan.
“Kalau generasi mudanya sudah paham tentang kesehatan, gizi dan kesiapan berkeluarga, maka risiko stunting ke depan bisa ditekan,” ujarnya.
Edukasi Gizi dan Pencegahan Pernikahan Dini
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari pencegahan pernikahan dini, kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, hingga pola hidup sehat.
Edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda untuk menyiapkan masa depan keluarga yang sehat, sekaligus mencegah risiko kelahiran anak dengan kondisi gizi buruk atau stunting.
Warga Harap Program Gizi Lebih Diperbanyak
Sejumlah warga Pelaihari mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dan organisasi perempuan dalam menekan angka stunting di Tanah Laut. Namun mereka berharap program pencegahan, terutama pemberian makanan tambahan bergizi, dapat diperluas.
Salah seorang warga Pelaihari, Siti Rahma, berharap bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita bisa lebih sering dilakukan.
“Kalau bisa pemberian makanan tambahan bergizi itu lebih rutin lagi, tidak hanya sesekali. Jumlahnya juga diperbanyak supaya lebih banyak anak yang terbantu,” katanya, Minggu (15/3/2026).
Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Ahmad Fauzi. Ia menilai edukasi saja belum cukup tanpa diimbangi dengan dukungan gizi yang memadai bagi keluarga.
“Programnya sudah bagus, tinggal diperbanyak kegiatan di masyarakat. Misalnya pemeriksaan gizi rutin, pembagian makanan tambahan, dan penyuluhan sampai ke desa-desa,” ujarnya.
Melalui sinergi berbagai pihak, upaya penurunan stunting di Tanah Laut diharapkan semakin efektif, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
