
PANTAU – Camat Bumi Makmur Imam EW memantau langsung pembongkaran tabat STI di Desa Kurau Utara. Pekerjaan ini diperkirakan perlu waktu dua bulan.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) dalam menekan risiko banjir di wilayah Kurau dan Bumi Makmur mulai menunjukkan hasil.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala, H Syakhril Hadrianadi, menyebutkan sebagian sodetan yang dibangun di jalur Desa Handil Maluka kini telah berfungsi mengalirkan air menuju laut.
Dua sodetan berupa box culvert satu sel telah rampung dan mampu menyalurkan aliran air dari wilayah Desa Kurau Utara menuju Handil Maluka, tembus ke Desa Pantai Harapan hingga ke laut lepas.
Sementara satu sodetan berukuran lebih besar, box culvert dua sel, masih dalam tahap penyelesaian.
“Yang dua sodetan sudah berfungsi cukup baik. Air dari Kurau Utara bisa mengalir lancar sampai ke laut,” ujar Syakhril, Jumat (6/2/2026)
Pengerukan Tabat STI Masih Berjalan
Selain pembangunan sodetan, normalisasi alur air juga dilakukan melalui pembongkaran tabat STI di Desa Kurau Utara. Namun pekerjaan ini tidak mudah dan membutuhkan waktu cukup lama.
“Endapan tanah di sekitar tabat cukup luas, sehingga normalisasinya tidak bisa cepat. Progres saat ini baru sekitar 10 persen, estimasi pengerjaan kurang lebih dua bulan,” jelasnya.
Medan Berat, Alat Berat Dikerahkan
Syakhril mengungkapkan, kondisi medan yang berat membuat pekerjaan harus ditangani dengan dukungan alat berat. Dinas PUPRP Tala menyiapkan tiga unit alat berat untuk mempercepat pengerjaan.
“Saat ini sudah beroperasi ekskavator amphibi dan ekskavator biasa. Nanti akan disusul ekskavator long arm sesuai kebutuhan lapangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penggunaan ekskavator amphibi sangat membantu karena mampu bekerja di area berlumpur dan berair.
Aliran Lancar Berkat Jalur Pembuangan
Syakhril menyebut, hasil awal pekerjaan sudah mulai terlihat. Sejumlah titik sumbatan air dari wilayah atas kini mulai terurai dan aliran air dapat mengalir lebih lancar menuju laut.
“Waktu crossing kemarin, alhamdulillah beberapa titik sumbatan sudah terbuka dan airnya mengalir dengan baik ke laut,” katanya.
Ke depan, sistem sodetan juga akan dilengkapi dengan pintu klep pada box culvert.
Fungsinya untuk menjaga agar air sungai bisa keluar saat surut, namun mencegah masuknya air laut ketika pasang.
Upaya Kurangi Dampak Banjir Kiriman
Syakhril menegaskan, penanganan banjir di wilayah Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur tidak hanya berkaitan dengan hujan lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh kiriman air dari wilayah hulu.
“Selain hujan, ada kiriman air dari Banjarbaru dan wilayah Kiram Kabupaten Banjar. Harapannya, dengan sodetan dan normalisasi ini, banjir bisa diminimalkan,” pungkasnya.
(inspirasitala.co.id/inspira)
