
KETUA DPC PKB Tala HM Zazuli menyambut kedatangan Cak Imin di Asrama Haji Banjarbaru, Sabtu (24/10).
INSPIRASITALA.CO.ID, BANJARBARU – Memperkuat partai politik tidak cukup hanya dengan menyusun kepengurusan di tingkat kabupaten.
Organisasi juga harus hidup hingga kecamatan dan desa, memiliki kader yang aktif, serta mampu membangun komunikasi dengan masyarakat.
Inilah pekerjaan yang mulai digarap HM Zazuli setelah dipercaya memimpin PKB Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Pria yang akrab disapa Haji Uli tersebut mulai mengarahkan konsolidasi internal untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi PKB Tala agar tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki jaringan yang bekerja di tengah masyarakat.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan orientasi politik, pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Tanah Laut, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang berlangsung di Asrama Haji Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, Sabtu (24/10/2026).
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hadir sekaligus mengukuhkan kepengurusan tersebut.
Pengukuhan ini menjadi momentum bagi kepengurusan di bawah kepemimpinan Haji Uli untuk mempertegas arah kerja organisasi.
Setelah memperoleh kepercayaan memimpin PKB Tala beberapa bulan lalu, ia mulai memusatkan perhatian pada konsolidasi dan pembenahan struktur kepengurusan.
Sosok yang dikenal low profile itu menempatkan penguatan organisasi sebagai salah satu langkah awal.
Penataan kepengurusan tingkat kabupaten perlu diikuti pembenahan struktur di tingkat kecamatan hingga pembentukan kepengurusan ranting di desa.
Melalui langkah tersebut, PKB Tala diharapkan memiliki jaringan yang lebih teratur untuk menjalankan program, mengembangkan kader, dan menjangkau aspirasi masyarakat secara lebih luas.

Menghidupkan Mesin Partai hingga Tingkat Desa
Bagi partai politik, struktur hingga tingkat desa memiliki arti strategis. Di tingkat inilah komunikasi dengan masyarakat dapat berlangsung lebih dekat, persoalan warga lebih mudah dikenali, dan aspirasi dapat dihimpun untuk diteruskan melalui mekanisme organisasi maupun jalur politik yang tersedia.
Karena itu, konsolidasi yang digerakkan Haji Uli tidak semestinya berhenti pada pemenuhan susunan kepengurusan. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana setiap pengurus memahami tugasnya dan menjalankan kegiatan secara berkelanjutan.
Penguatan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di tingkat kecamatan dan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) di tingkat desa menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Dengan struktur yang menjangkau wilayah lebih luas, koordinasi organisasi diharapkan semakin efektif.
Kader di tingkat bawah juga memiliki ruang untuk mengambil peran, mengembangkan potensi, dan menyampaikan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Bagi Haji Uli, agenda tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah untuk membangun pola kerja kolektif.
Organisasi yang solid membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas, komunikasi antarpengurus, serta program yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi.
Sejalan dengan Arah Konsolidasi Cak Imin
Penguatan organisasi di daerah tidak terlepas dari pesan yang kerap disampaikan Cak Imin kepada jajaran PKB.
Ketua umum partai tersebut berulang kali menekankan pentingnya pengabdian, pelayanan kepada masyarakat, dan kerja nyata sebagai bagian dari tanggung jawab politik kader.
Dalam kerangka itu, konsolidasi bukan sekadar upaya memperbesar struktur partai. Penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kader dan kemampuan partai merespons persoalan masyarakat.
Kader juga dituntut menjaga kepercayaan publik melalui kegiatan yang bermanfaat, komunikasi yang terbuka, dan kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut relevan bagi kepengurusan PKB di Tanah Laut. Semakin luas jaringan organisasi yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap tingkatan kepengurusan memiliki fungsi dan kontribusi yang jelas.
Kehadiran pengurus hingga tingkat desa, misalnya, perlu diikuti aktivitas yang terarah. Bukan sekadar memasang nama dalam struktur, melainkan membangun hubungan dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan mendorong kader agar aktif dalam kehidupan sosial di lingkungannya.

Ujian Konsolidasi Ada pada Kerja Nyata
Kepemimpinan Haji Uli kini memasuki fase penting dalam penguatan PKB Tala. Setelah konsolidasi dan penataan struktur menjadi agenda awal, pekerjaan berikutnya adalah memastikan organisasi berjalan secara konsisten.
Keberhasilan langkah tersebut nantinya dapat dilihat dari sejauh mana kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa terbentuk secara efektif, kader terlibat dalam kegiatan organisasi, serta komunikasi dengan masyarakat berlangsung secara berkelanjutan.
Sebagai Wakil Bupati Tanah Laut sekaligus pimpinan partai di tingkat kabupaten, Haji Uli juga perlu menjaga batas yang jelas antara aktivitas kepartaian dan tanggung jawab pemerintahan.
Pelayanan publik harus tetap mengutamakan kepentingan seluruh masyarakat tanpa membedakan afiliasi politik.
Dengan demikian, pengukuhan yang dipimpin langsung Cak Imin bukan menjadi titik akhir, melainkan awal dari agenda konsolidasi yang lebih luas.
Bagi PKB Tala, tantangannya kini bukan semata-mata memperluas struktur organisasi. Yang lebih menentukan adalah bagaimana struktur itu bekerja, kader tumbuh, dan keberadaan partai dapat dirasakan melalui kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dari tingkat kabupaten hingga desa, konsolidasi akan menemukan maknanya ketika organisasi tidak hanya hadir dalam susunan kepengurusan, tetapi juga dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
