
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Aksi nekat pencurian sawit di lahan negara kembali terbongkar.
Sebanyak 1,620 ton tandan buah segar (TBS) yang belum sempat dijual, berhasil diamankan petugas saat dua pelaku kepergok memanen secara ilegal di area perkebunan.
Informasi dihimpun, Sabtu (4/4/2026), peristiwa itu terjadi di Blok 414 Afdeling IV, Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada 15 Maret 2026 lalu. Kejadianya sekitar pukul 17.28 Wita.
Dua pria berinisial H (48) dan MY (41) tak berkutik saat aksinya dihentikan petugas keamanan PTPN IV Regional 5.
Keduanya diduga telah membagi peran, mulai dari memanen hingga memuat hasil curian ke dalam dump truck kuning bernopol DA 8090 LH.
Truk tersebut bahkan sudah terisi penuh dan diduga siap keluar dari kawasan perkebunan.
Namun, gerak-gerik mencurigakan mereka terendus patroli rutin keamanan. Pengadangan pun dilakukan, hingga akhirnya pelaku tertangkap tangan bersama barang bukti sawit dalam jumlah besar.
Kapolsek Pelaihari, Iptu H Benny Wishnu Wardhany ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan pencuri buah sawit tersebut.
Ia mengatakan kedua pelaku kini sedang menjalani proses hukum.
“Kami sudah amankan dua orang tersangka beserta barang bukti satu unit dump truck warna kuning dan dodos untuk panen. Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Pelaihari,” tegasnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 477 Ayat (1) KUHP subsider Pasal 486 KUHP.
Terungkapnya kasus ini mendapat perhatian warga di daerah ini. Mereka berharap aparat kepolisian memberikan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Hukum yang setimpal supaya ada efek jera,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasus tersebut menjadi peringatan bahwa pencurian hasil perkebunan negara masih menjadi persoalan serius.
Sinergi antara perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai penting untuk menutup celah aksi serupa di masa mendatang.
Mengenal TBS Sawit, “Emas” dari Perkebunan
Apa Itu TBS?
TBS atau tandan buah segar adalah hasil panen utama dari pohon kelapa sawit. Dalam satu tandan, terdapat ratusan butir buah kecil berwarna merah-oranye yang menjadi sumber minyak nabati.
Kandungan Minyak & Nilai Ekonomis
Buah sawit dikenal sebagai salah satu penghasil minyak nabati paling efisien di dunia.
- Kandungan minyaknya bisa mencapai 20–30 persen dari berat buah.
- Dari TBS dihasilkan dua jenis minyak utama:
- CPO (Crude Palm Oil) dari daging buah
- PKO (Palm Kernel Oil) dari inti/biji
Di pasar global, minyak sawit menjadi komoditas strategis dengan permintaan tinggi karena harganya relatif stabil dan produksinya melimpah dibanding minyak nabati lain seperti kedelai atau bunga matahari.
“Raja” Minyak Nabati Dunia
Minyak sawit menyumbang lebih dari 30 persen kebutuhan minyak nabati dunia. Indonesia sendiri menjadi produsen terbesar, sehingga TBS memiliki nilai ekonomi tinggi, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.
Harga TBS di tingkat petani bisa berfluktuasi tergantung harga CPO dunia, kualitas buah, serta kebijakan pemerintah.
Dimanfaatkan untuk Apa Saja?
Minyak dari TBS sawit digunakan dalam berbagai sektor, di antaranya:
- Industri pangan: minyak goreng, margarin, biskuit, cokelat
- Kosmetik & perawatan tubuh: sabun, sampo, lotion
- Industri kimia: pelumas, lilin, deterjen
- Energi terbarukan: bahan baku biodiesel
Bahkan limbahnya pun masih bernilai, seperti tandan kosong untuk pupuk dan cangkang untuk bahan bakar.
Kenapa Sering Jadi Sasaran Pencurian?
Nilai ekonominya yang tinggi dan mudah dijual membuat TBS kerap menjadi target pencurian. Dalam jumlah tonase, kerugian bisa mencapai jutaan rupiah hanya dalam satu kali aksi.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
