
BEPOSE – Tamu undangan dan jajaran panitia FASI berpose bersama Wabup HM Zazuli, Minggu (23/8).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke-10 tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala) Tahun 2026 tidak sekadar menempatkan kompetisi sebagai tujuan.
Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai keagamaan, mengembangkan kapasitas anak, sekaligus membangun karakter generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Al-Qur’an, dan memiliki daya saing.
Digelar di MAN Tanah Laut, Minggu (23/8/2026), FASI ke-10 diikuti sekitar 329 santri dan santriwati yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Laut.
Para peserta berkompetisi pada 35 cabang kegiatan dan perlombaan setelah melalui tahapan seleksi dari tingkat unit hingga kecamatan.
Pjs. Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Tanah Laut, HM Wahyudi, menempatkan FASI sebagai bagian dari proses kaderisasi generasi Qurani.
Menurutnya, kompetisi merupakan medium untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun keberanian, kedisiplinan, dan karakter anak.
FASI juga menjadi tahapan penting untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan membawa nama Kabupaten Tanah Laut pada FASI ke-13 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang direncanakan berlangsung di Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pembinaan keagamaan anak harus dipahami sebagai investasi sosial jangka panjang.
Karena itu, FASI tidak semestinya berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi harus mampu menerjemahkan nilai-nilai agama ke dalam pembentukan perilaku dan karakter anak.
Melalui FASI, anak-anak diharapkan berkembang secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kedekatan dengan Al-Qur’an, pemahaman keagamaan, serta kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
HM Zazuli turut mengapresiasi kontribusi ustaz, ustazah, guru agama, orang tua, serta seluruh elemen yang selama ini menjadi bagian dari proses pendampingan anak.
Menurutnya, membangun generasi yang berkualitas merupakan kerja kolektif yang membutuhkan kesinambungan antara keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah.
Kepada para peserta, HM Zazuli berpesan agar FASI dijalani dengan penuh kegembiraan dan semangat.
Orientasi utama, katanya, tidak semata-mata mengejar kemenangan, melainkan memanfaatkan kompetisi sebagai ruang belajar, memperluas pengalaman, menguji kemampuan, sekaligus memperkuat silaturahmi antarsantri.
Dengan perspektif tersebut, FASI ke-10 Tanah Laut bukan hanya menjadi panggung bagi anak-anak berprestasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang diharapkan melahirkan generasi religius, kompeten, dan mampu memberi kontribusi positif bagi masa depan daerah.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
