
WEJANGAN – Bupati Tala H Rahmat Trianto menyampaikan wejangan saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Desa dan Ketua BPD se-Tala bersama Forkopimda, Rabu (28/1), di Banjarmasin
INSPIRASITALA.CO.ID, BANJARMASIN – Kemajuan Kabupaten Tanah Laut (Tala) tak lahir dari kebijakan di meja pemerintahan semata.
Ia tumbuh dari lorong-lorong desa, dari kepemimpinan kepala desa yang solid bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
inilah pesan utama Bupati Tala, H. Rahmat Trianto, saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Desa dan Ketua BPD se-Tala bersama Forkopimda, Rabu (28/1/2026).
Desa sebagai Titik Awal Pembangunan
Bupati Rahmat menegaskan, pembangunan tidak akan bergerak jika sinergi di level paling bawah rapuh.
“Kalau tidak solid, jangan berharap Tala maju. Kabupaten ini tidak bisa dibangun hanya oleh bupati dan wakil, tetapi harus dimulai dari desa,” tegasnya.
Menurutnya, desa bukan sekadar pelaksana program, melainkan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah.
Kepala Desa, Ujung Tombak Pelayanan
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan peran strategis kepala desa sebagai penghubung langsung pemerintah dengan masyarakat.
Tugas pemerintah desa, kata dia, mencakup:
- Menyatukan masyarakat,
- Menjamin pelayanan publik,
- Menyelenggarakan pembangunan,
- Melakukan pembinaan dan pemberdayaan warga.
Soliditas kepala desa dan BPD menjadi syarat mutlak agar fungsi-fungsi tersebut berjalan efektif.
Cermin Prestasi Desa Tala
Penekanan pada penguatan desa bukan tanpa dasar. Sejumlah desa di Tanah Laut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kinerja menonjol.
Berdasarkan data pemerintah daerah dan pendampingan Kemendes PDTT:
- Puluhan desa di Tala telah naik status menjadi Desa Mandiri dan Desa Maju berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).
- Desa-desa Tala berulang kali masuk nominasi dan juara lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, terutama dalam kategori tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik.
- Beberapa desa juga menjadi lokasi studi tiru pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Capaian ini, menurut Bupati, harus dijaga dan diperluas dengan penguatan koordinasi serta partisipasi masyarakat.

Masalah Klasik yang Masih Menghambat
Di hadapan peserta rakor, Bupati juga mengungkap sejumlah persoalan yang masih kerap muncul di tingkat desa, antara lain:
- Lemahnya koordinasi internal,
- Ketidaksinkronan antara rencana kerja dan anggaran,
- Minimnya partisipasi warga dalam perencanaan pembangunan.
Karena itu, sinergi kepala desa dan BPD dinilainya bukan formalitas, melainkan kebutuhan mendesak.
Sinkronkan Desa dengan Program Nasional
Rakor dua hari (28–29 Januari 2026) ini juga menjadi ajang penyelarasan program desa dengan kebijakan nasional. Bupati mendorong desa aktif mendukung program prioritas pemerintah pusat seperti:
- Makan Bergizi Gratis,
- Sekolah Rakyat,
- Koperasi Merah Putih,
- Program Transmigrasi,
- Penanganan permukiman dan limbah sampah.
Selain itu, turut disosialisasikan 25 Program Unggulan Bupati Tala agar implementasinya di desa tepat sasaran dan berdampak langsung ke masyarakat.
Desa Kuat, Tala Melaju
Menutup arahannya, Bupati Rahmat kembali menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Tala sangat ditentukan oleh kekuatan desa.
“Jika desa bergerak, Tala akan melaju,” ujarnya.
(inspirasitala.co.id/inspira)
