
DITUTUP – Posko Peduli Banjir Ubudiyah resmi ditutup pada Rabu (21/1) kemarin. Seluruh pengungsi telah pulang. Sebelum pulang, diberi sembako.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Setelah 21 hari beroperasi melayani korban banjir di Kabupaten Tanah Laut, Posko Pengungsi dan Dapur Umum Ubudiyah Peduli resmi ditutup pada Rabu sore kemarin.
Penutupan posko dilakukan seiring seluruh pengungsi yang ditangani telah kembali ke rumah masing-masing. Pantauan Minggu (25/1/2026), genangan banjir memang telah susut signifikan sehingga warga terdampak banjir yang sebelumnya terpaksa mengungsi, telah bisa kembali pulang.
Koordinator Posko Ubudiyah Peduli, Muhammad Habibi, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan setelah kondisi banjir berangsur surut dan tidak ada lagi pengungsi yang bertahan di posko.
“Alhamdulillah, pada penutupan posko kemarin semua pengungsi sudah bisa pulang. Tidak ada lagi warga yang menetap di posko,” ujar Habibi.

Penutupan Disertai Laporan Pertanggungjawaban
Penutupan posko dirangkaikan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) publik yang disiarkan secara langsung melalui live streaming.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bati-Bati, Kapolsek Bati-Bati, perwakilan Danramil Bati-Bati, serta pimpinan Pondok Pesantren Ubudiyah.
Dalam laporannya, Habibi mengungkapkan selama beroperasi sejak 1 hingga 21 Januari 2026, Posko Ubudiyah Peduli telah melayani 295 jiwa dari 98 kepala keluarga yang terdampak banjir dari sejumlah desa di Tanah Laut.

Selain menyediakan tempat pengungsian dan dapur umum, posko juga menyalurkan 1.010 porsi konsumsi serta membagikan 116 paket sembako kepada para pengungsi yang pulang bertahap dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Ubudiyah yang terdampak banjir.
“Seluruh bantuan yang diterima telah kami salurkan sepenuhnya kepada pengungsi dan penyintas banjir,” tegas Habibi.
Dengan ditutupnya Posko Ubudiyah Peduli, penanganan banjir di wilayah Bati-Bati kini memasuki tahap pemulihan pascabencana, seiring aktivitas warga yang mulai kembali normal.
(inspirasitala.co.id/inspira)
