
ASISTEN Pemerintahan Pemkab Tala H Akhmad Hairin menyampaikan wejangan saat menjadi pembina apel Senin (14/9) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) diingatkan agar tidak terlena dengan pola kerja lama.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, kemampuan beradaptasi dan mengevaluasi kinerja dinilai menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.
Pesan itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tanah Laut, H Akhmad Hairin, saat memberikan amanat pada apel gabungan di lingkungan Pemkab Tanah Laut, Senin (14/9/2026).
Sebelum menyampaikan penekanan terkait kinerja aparatur, Hairin mengajak seluruh peserta apel menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang gugur saat menjalankan tugas di Papua, khususnya wilayah Jayawijaya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran mendoakan para korban musibah tenggelamnya kapal Virgo Transport 8, seraya berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Bagi Hairin, kepedulian tersebut merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus melekat dalam diri aparatur pemerintah.
Jangan Terjebak Keberhasilan Masa Lalu
Memasuki substansi amanat, Hairin menekankan pentingnya ikhtiar dan upaya terbaik dalam menjalankan setiap tugas.
Menurutnya, perkembangan dunia yang begitu cepat menuntut organisasi pemerintahan dan para aparatur di dalamnya untuk terus belajar, berbenah dan menyesuaikan diri.
Ia kemudian mengambil contoh perusahaan telepon seluler Nokia. Perusahaan yang pernah menjadi salah satu penguasa industri telepon seluler tersebut akhirnya kehilangan dominasinya setelah perkembangan teknologi bergerak dan perubahan tidak direspons secara cepat.
Kisah itu, menurut Hairin, menjadi pelajaran bagi ASN bahwa keberhasilan pada masa lalu tidak boleh membuat seseorang merasa cukup dan berhenti melakukan pembaruan.
“Dunia di luar kita perkembangannya luar biasa. Lompatan-lompatan itu luar biasa. Jadi kalau kita masih seperti ini saja, jangan harap bisa maju. Pastikan kita tertinggal.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar jajaran Pemkab Tala tidak hanya menyelesaikan pekerjaan secara rutinitas, tetapi mampu melihat apakah cara kerja yang dilakukan masih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Evaluasi Jangan Sekadar Formalitas
Hairin juga mendorong agar evaluasi menjadi bagian dari kebiasaan dalam menjalankan tugas. Setiap pekerjaan perlu ditinjau untuk mengetahui kekurangan sekaligus mencari langkah perbaikan.
Dengan demikian, hasil evaluasi tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas pekerjaan dan pelayanan pada hari berikutnya.
Bagi masyarakat, dorongan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pesan dalam apel, tetapi terlihat dalam pelayanan pemerintahan sehari-hari.
Husaini, warga Tanah Laut, menilai kemampuan ASN beradaptasi memang penting karena kebutuhan masyarakat juga terus berkembang.
“Yang diharapkan masyarakat tentu pelayanan semakin cepat, mudah dan responsif. Jangan sampai masyarakat sudah berubah dan membutuhkan pelayanan yang lebih praktis, tetapi cara kerjanya masih seperti dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Hamdanah, warga Tala, berharap evaluasi yang disampaikan pimpinan benar-benar diterapkan hingga ke tingkat pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Harapannya setiap evaluasi ada tindak lanjutnya. Kalau ada kekurangan, diperbaiki, sehingga masyarakat bisa merasakan perubahan dan pelayanan pemerintah semakin baik,” katanya.
Pesan Hairin pun bermuara pada satu hal: ASN harus bergerak mengikuti perubahan. Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya dari rutinitas pekerjaan yang selesai, tetapi dari seberapa besar perubahan tersebut benar-benar dirasakan dalam pelayanan publik.
(inspiraasitala.co.id/ins-01)
