
WISUDAWAN ceria berpose bersama dengan Senat Kampus Politala, Rabu (26/8).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Tepuk tangan dan senyum kebahagiaan mengiringi langkah para wisudawan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Rabu (26/8/2026).
Hari itu, toga yang dikenakan bukan sekadar penanda berakhirnya masa kuliah.
Di baliknya tersimpan perjalanan panjang, dari ruang kelas, laboratorium, praktik lapangan hingga perjuangan menyelesaikan tugas dan ujian.
Pada Wisuda ke-XV Tahun 2026, Politala melepas ratusan putra-putri terbaiknya untuk memasuki fase kehidupan yang berbeda.
Direktur Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS dalam sambutannya menegaskan, wisuda bukan garis akhir. Justru setelah keluar dari kampus, tantangan yang sesungguhnya dimulai.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Wisuda adalah awal dari perjalanan yang sesungguhnya,” pesannya.
Para alumni diingatkan bahwa dunia kerja terus berubah. Teknologi berkembang cepat, kecerdasan buatan semakin hadir dalam berbagai bidang, sementara kebutuhan industri juga terus bergeser.
Karena itu, ijazah tidak boleh menjadi satu-satunya bekal.
Lulusan harus memiliki kompetensi, integritas, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, kreativitas serta kemampuan beradaptasi.
Jangan Hanya Menunggu Pekerjaan
Pesan paling kuat diarahkan kepada lulusan pendidikan vokasi.
Dengan keterampilan yang dimiliki, alumni Politala diharapkan tidak berhenti sebagai pencari kerja.
Mereka justru didorong berani menciptakan peluang.
“Jika ada kesempatan, jadilah pencipta pekerjaan, inovator, dan pemberi solusi bagi masyarakat,” kata Direktur.
Ia juga meminta para lulusan tidak gengsi memulai karier dari bawah.
Posisi pertama dalam pekerjaan bukan penentu masa depan. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang membangun reputasi melalui kerja keras, kejujuran dan tanggung jawab.
“Jangan sibuk meminta dunia mengakui siapa Saudara. Tunjukkan melalui karya, dan biarkan prestasi serta karakter Saudara yang berbicara.”
Pesan itu menjadi bekal penting bagi para lulusan yang sebentar lagi akan berhadapan langsung dengan dunia industri, dunia usaha maupun masyarakat.
Prestasi Politala Terus Tumbuh
Di tengah momentum pelepasan lulusan, Politala juga menunjukkan perkembangan institusi yang cukup pesat.
Saat ini terdapat lebih dari 2.000 mahasiswa aktif dengan dukungan 180 dosen dan 100 tenaga kependidikan.
Berbagai skema bantuan pendidikan juga terus diperluas, mulai KIP Kuliah, Beasiswa ADik, bantuan UKT hingga beasiswa dari mitra.
Prestasi mahasiswa turut menjadi warna perjalanan Politala sepanjang 2026.
Politala dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Politeknik Tingkat Nasional pada April 2026. Tidak hanya sukses menjadi penyelenggara, mahasiswa Politala juga membawa kampus menjadi Juara Umum.
Pada PORSENI Politeknik Se-Indonesia XV di Medan, kontingen Politala mengoleksi tujuh medali, terdiri dari satu emas, tiga perak dan tiga perunggu.
Prestasi lainnya datang dari berbagai bidang, seperti public speaking, fotografi, welding competition, pencak silat, sambo, dance sport, cybercombat, UI/UX dan kreativitas mahasiswa.
Capaian itu memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berbicara soal keterampilan teknis.
Mahasiswa juga diasah untuk berprestasi di bidang olahraga, seni, teknologi, kreativitas, kewirausahaan dan kegiatan sosial.
Dibekali Sertifikasi hingga Pengalaman Internasional
Politala juga memperkuat daya saing lulusan melalui sertifikasi kompetensi.
Pada 2026, sebanyak 130 mahasiswa memperoleh Hibah Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga bukti kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kerjasama Industri Turut Diperkuat.
PT Thriveni Indo Mining memberikan hibah tiga unit alat berat berupa grader, bulldozer dan unit drilling untuk mendukung praktik mahasiswa.
Sementara PT Arutmin Indonesia memberikan dukungan beasiswa pendidikan.
Politala juga mulai menjalankan kerja sama double degree dengan Cheng Shiu University, Taiwan.
Melalui skema tersebut, mahasiswa menjalani dua tahun pendidikan di Politala dan dua tahun di Cheng Shiu University.
Peluang itu membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional, meningkatkan kemampuan bahasa asing dan memahami lingkungan kerja global.
Jangan Lupakan Rumah Pertama
Namun, di antara pesan tentang kompetensi dan dunia kerja, ada satu pesan yang terasa paling personal: jangan pernah melupakan orang tua.
Direktur mengajak para wisudawan menyadari bahwa keberhasilan mereka tidak lahir hanya dari perjuangan sendiri.
Ada Ayah yang Bekerja Dalam diam
Ada ibu yang tidak pernah berhenti berdoa.
Ada keluarga yang mungkin tidak pernah duduk di ruang kuliah, tetapi selalu hadir di belakang setiap langkah perjuangan.
“Setelah acara wisuda ini selesai, jangan hanya sibuk berfoto dengan toga. Carilah ayah dan ibu Saudara. Datangi mereka. Peluk mereka. Cium tangan mereka,” pesannya.
Bagi mereka yang orang tuanya telah berpulang, doa diminta tetap dikirimkan.
Sebab di balik gelar yang diterima seorang anak, ada pengorbanan orang tua yang nilainya tidak mungkin dihitung dengan angka.
Bekal untuk Tanah Laut
Politala juga terus memperluas akses pendidikan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Salah satunya melalui Program Satu Desa Satu Lulusan Pendidikan Tinggi yang menyasar putra-putri daerah dari keluarga kurang mampu di 135 desa dan kelurahan.
Program itu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Tanah Laut.
Sementara dari sisi kelembagaan, Politala kini berstatus Terakreditasi Baik Sekali.
Pengembangan institusi juga terus dilakukan, termasuk pembukaan D3 Teknologi Sipil serta persiapan sejumlah program studi baru.
Pada akhirnya, ratusan lulusan itu tidak sekadar membawa pulang ijazah.
Mereka membawa nama keluarga, membawa nama almamater, sekaligus membawa harapan baru bagi daerah.
Direktur berpesan, ketika suatu hari berhasil, tetap rendah hati. Ketika gagal, bangkit kembali.
Ketika memiliki ilmu, bagikan. Ketika memiliki kesempatan, bantu orang lain.
Dan ketika telah mencapai kesuksesan, jangan lupa pulang.
“Datanglah kembali suatu saat nanti bukan lagi sebagai mahasiswa, tetapi sebagai alumni yang membawa pengalaman, jejaring, kesempatan kerja, inovasi, bahkan lapangan pekerjaan bagi adik-adik Saudara,” pesannya.
Sebab bagi Politala, keberhasilan seorang alumni bukan hanya tentang seberapa tinggi ia berdiri.
Tetapi tentang seberapa besar manfaat yang mampu ia tinggalkan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
