
PENYULUHAN – Personel Satlantas Polres Tala berpose dengan jajaran pimpinan Ponpes Babussalam, Asam-Asam, pada kegiatan Goes To Pesantren, Kamis (11/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tidak hanya menyasar sekolah umum.
Kali ini, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanah Laut mendatangi Pondok Pesantren Babussalam Asam-Asam, Kecamatan Jorong, untuk membekali para santri dengan pengetahuan keselamatan berkendara dan aturan lalu lintas.
Program bertajuk Police Goes to Pesantren yang digelar Kamis (11/6/2026) itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai pendekatan edukatif kepada kalangan santri dapat memperluas kampanye keselamatan hingga ke lingkungan keluarga.
Edukasi Sejak Dini
Warga Kecamatan Bati-Bati, M Ridwan (45), menilai pembinaan tertib lalu lintas kepada santri merupakan langkah yang tepat karena menyentuh generasi muda yang kelak menjadi pengguna jalan.
“Itu kegiatan yang sangat positif. Anak-anak perlu tahu sejak awal bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi semua pengguna jalan. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar keselamatan,” katanya, Jumat (12/6/2026).
Sementara itu, Nur Aisyah (34), warga Pelaihari, berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah maupun pesantren di Tanah Laut.
“Kalau edukasi seperti ini rutin dilakukan, dampaknya pasti besar. Harapan kami pelanggaran lalu lintas bisa berkurang dan masyarakat semakin tertib saat berkendara,” ujarnya.

Kenalkan Rambu dan Aturan Lalu Lintas
Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas memperkenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas beserta fungsi dan maknanya. Para santri juga diberikan pemahaman mengenai kewajiban pengguna jalan untuk mematuhi aturan yang berlaku.
Tidak hanya itu, petugas menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas beserta konsekuensi hukum yang dapat diterima oleh pelanggarnya.
Bentuk Karakter Disiplin
Kasat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Adhitya Dikav, mengatakan edukasi keselamatan berlalu lintas merupakan bagian dari upaya membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada para santri bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi sejak dini tentang rambu-rambu, aturan berlalu lintas, serta konsekuensi pelanggaran diharapkan dapat membentuk karakter yang disiplin dan tertib di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, para santri diharapkan tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan pesantren, keluarga, dan masyarakat.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
