
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARIĀ ā Derit jembatan kayu tua di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), selama bertahun-tahun menjadi bagian dari keseharian warga kampung pesisir.
Setiap hari pelajar, nelayan hingga pedagang harus melintasi jalur utama itu dengan rasa waswas karena konstruksinya mulai rapuh dimakan usia.
Kini harapan baru mulai berdetak. Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tersebut resmi dimulai melalui peletakan batu pertamanya, Selasa (26/5/2026).
Simbolik peletakan batu pertama pembangunan jembatan itu dilakukan oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama Bupati Tala H Rahmat Trianto dan Ketua DPRD TalaĀ H Khairil Anwar dan Forkopimda.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas PUPRP Tala H Syakhril Hadrianadi dan jajaran pejabat Pemkab Tala, kalangan camat dan kepala desa se-Kecamatan Takisung.

Jembatan Tua yang Menjadi Nadi Kehidupan Warga
Jembatan yang akan dibangun permanen tersebut merupakan akses utama masyarakat di pusat permukiman Desa Tabanio menuju kawasan Kampung Nelayan.
Selama ini, jembatan kayu sepanjang sekitar 75 meter itu menjadi jalur vital warga untuk pergi ke sekolah, pasar, fasilitas kesehatan hingga mengangkut hasil laut dan hasil pertanian.
Meski terdapat beberapa jembatan lain di kawasan tersebut, posisi jembatan ini menjadi yang paling strategis karena berada tepat di pusat aktivitas masyarakat.
Kondisinya yang mulai goyah membuat warga kerap khawatir, terlebih saat kendaraan bermuatan melintas.
Pembangunan jembatan permanen itu pun disambut antusias warga karena dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan infrastruktur yang selama ini mendesak.

Perintah Presiden, Polri Turun Bangun Jembatan
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan implementasi arahan Presiden RI agar TNI dan Polri ikut membantu pembangunan infrastruktur masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah demi kesejahteraan rakyat.
āAwal Januari 2026 para pimpinan TNI-Polri dikumpulkan Presiden di Istana Negara. Salah satu arahannya adalah membantu pembangunan jembatan untuk masyarakat agar akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan lebih mudah,ā katanya.
Ia menjelaskan gagasan pembangunan jembatan di Tabanio bermula saat dirinya bertemu Bupati Tala ketika kegiatan penanaman serentak di Desa Banyu Irang beberapa waktu lalu.
Usulan pembangunan langsung disambut Pemkab Tala sehingga terjalin kolaborasi antara Polda Kalsel, Polres Tala dan pemerintah daerah.
āSaya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Ketua DPRD Tala atas dukungannya sehingga pembangunan ini bisa terlaksana,ā ujarnya.
Dibangun 180 Hari, Libatkan 300 Personel
Kapolda menuturkan pembangunan jembatan yang menghubungkan RT 13 dan 14 itu ditarget selesai dalam waktu 180 hari.
Pada pelang proyek yang ada di lokasi, tertulis nama kegiatan yaitu penggantian Jembatan Tabanio 2 jembatan. Sumber dana APBD 2026 Pemkab Tala senilai Rp 7.650.011.000.Ā
Kontraktor pelaksananya yaitu CV Almira Berkah Syahira. Waktu pengerjaan 180 kalenderĀ dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.
Sebanyak sekitar 300 personel gabungan dari Polda Kalsel, Polres Tala hingga jajaran Polsek akan dilibatkan dalam proses pembangunan.
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen nantinya diproyeksikan memberi manfaat langsung bagi sekitar 5.000 warga Desa Tabanio dan sekitarnya, khususnya masyarakat RT 13 dan RT 14.
āIni bentuk sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Polda serta Polres Tanah Laut untuk masyarakat,ā katanya.
Ia berharap masyarakat ikut mendukung kelancaran pembangunan agar jembatan dapat segera dimanfaatkan.

Bupati Tala: Infrastruktur Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
Bupati Tala H Rahmat Trianto mengatakan pembangunan jembatan menjadi langkah penting dalam memperkuat roda ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas jembatan lama selama ini membuat arus kendaraan dan distribusi barang menjadi kurang maksimal.
āKita mengetahui salah satu yang memengaruhi perekonomian adalah jembatan. Selama ini kapasitas jembatan terbatas sehingga kendaraan besar sulit melintas,ā katanya.
Dengan pembangunan jembatan permanen, akses masyarakat akan lebih lancar dan aman.
Ia optimistis keberadaan jembatan baru nantinya juga bisa menjadi ikon wisata baru di kawasan pesisir Tabanio.
āKe depan masyarakat lebih dipermudah melewati jembatan ini. Sekaligus bisa menjadi ikon pariwisata karena dibangun permanen, kuat dan kokoh,ā ujarnya.
Harapan Baru Kampung Nelayan
Bagi masyarakat Tabanio, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur.
Jembatan itu menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi warga pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut, perdagangan dan aktivitas harian masyarakat kampung nelayan.
Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil tangkapan nelayan diperkirakan menjadi lebih cepat, mobilitas warga meningkat dan aktivitas ekonomi desa semakin berkembang.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi pun diharapkan menjadi awal perubahan wajah kawasan pesisir Tabanio menuju desa pesisir yang lebih maju dan terkoneksi.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
