
PERTEMUAN – Suasana pertemuan membahas persoalan solar untuk nelayan di kantor Desa Kuala Tambangan, beberapa hari lalu.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus berupaya membenahi sistem distribusi BBM subsidi bagi nelayan pesisir agar lebih tertib, transparan dan tepat sasaran.
Langkah itu dilakukan menyusul masih terbatasnya kuota solar subsidi dibanding kebutuhan riil nelayan di wilayah pesisir Tala. Termasuk persoalan distribusi yang kerap dikeluhkan kalangan nelayan.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tala menunjukkan kebutuhan solar nelayan se-Kabupaten Tanah Laut mencapai sekitar 850 ribu liter per bulan. Namun pasokan yang tersedia saat ini baru sekitar 460 ribu liter per bulan.
Kepala DKPP Tala, H Muh Kusri, (Selasa (19/5/2026), mengatakan keterbatasan kuota tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan operasional nelayan saat melaut.
“Karena itu pengawasan distribusi harus diperkuat agar solar subsidi benar-benar diterima nelayan yang berhak,” katanya.

H MUH KUSRI, kepala DKPP Kabupaten Tanah Laut
Pengawasan Distribusi Diperketat
Sebagai bentuk pengawasan, Pemkab Tala telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan camat, aparat TNI-Polri, pemerintah desa, unsur intelijen daerah, pengelola SPBN hingga perwakilan nelayan.
Dalam rapat itu disepakati barcode rekomendasi BBM subsidi harus dipegang langsung oleh nelayan penerima dan digunakan sendiri saat pengambilan solar di SPBN.
Selain itu, petugas SPBN juga diwajibkan mencatat setiap transaksi pengambilan solar dalam log book sebagai bahan pengawasan distribusi.
DKPP bersama aparat Koramil dan Polsek Takisung juga melakukan monitoring langsung ke SPBN guna memastikan distribusi berjalan tertib dan transparan.
Tiga SPBN Layani Nelayan Tala
Saat ini distribusi solar subsidi bagi nelayan Tala dilakukan melalui tiga SPBN yakni SPBN Tabanio, SPBN Kuala Tambangan dan SPBN Pagatan Besar serta sejumlah SPBU lainnya.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah kampung nelayan di Tala yang belum memiliki SPBN sendiri. Aktivitas nelayan Tala sendiri tersebar di wilayah Kecamatan Takisung, Jorong, Kintap hingga Bumi Makmur.
Khusus di Desa Kuala Tambangan, jumlah nelayan tercatat mencapai 686 orang dengan armada sekitar 215 kapal kecil dan 10 kapal besar.
Kebutuhan solar nelayan di desa tersebut diperkirakan mencapai 85.300 liter per bulan, sedangkan kuota tersedia hanya 63.000 liter per bulan atau masih kurang sekitar 22.300 liter.
Pemkab Bentuk Tim Terpadu
Untuk memperkuat pengawasan, Pemerintah Kabupaten Tala kini juga sedang memproses pembentukan Tim Terpadu Pengawasan Penyaluran BBM Solar Bersubsidi untuk Nelayan melalui SK Bupati.
Tim tersebut nantinya melibatkan unsur Pertamina, Polres, instansi terkait, camat hingga kepala desa.
Selain itu, Bupati Tala H Rahmat Trianto juga telah mengirim surat klarifikasi kepada pengelola SPBUN Kuala Tambangan terkait mekanisme distribusi, penggunaan barcode dan laporan distribusi BBM subsidi selama tiga bulan terakhir.
DKPP menegaskan solar subsidi harus digunakan sepenuhnya untuk aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan penerima rekomendasi.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
