
KOORDINASI – Camat Jorong Paimun (tengah) melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimcam, aparatur desa dan pihak terkait setelah blusukan meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Asam-Asam, Minggu (10/5) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan luapan air sungai di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Minggu (10/5/2026) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman mengatakan hingga saat ini kondisi di wilayah terdampak masih relatif terkendali meski genangan mulai memasuki sebagian rumah warga.
“Saat ini kami masih melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan kondisi air dari jam ke jam,” ujarnya.
Menurut Aspi, luapan air yang terjadi di Desa Asam-Asam merupakan kiriman dari kawasan pegunungan yang mulai turun sejak beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, debit air sempat meningkat di Desa Salaman yang berada di daerah hulu dekat pegunungan, lalu bergerak menuju Desa Kintapura, Kecamatan Kintap.
“Di Kintapura kemarin air juga sempat tinggi, tetapi sore sudah mulai turun dan kembali aman,” katanya.
Kini giliran Desa Asam-Asam yang mulai terdampak sejak tengah malam tadi. Wilayah yang terdampak yaitu Asam-Asam Kampung, yang merupakan permukiman rawan banjir karena berada dekat bantaran sungai.
“Air mulai meluap malam tadi dan ada beberapa rumah warga yang mulai tergenang, tetapi secara umum masih terkendali,” jelas Aspi.
Sementara itu, Camat Jorong Paimun turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir pada Minggu pagi.

Dari hasil pantauan di lapangan, genangan masih bertahan akibat pasang air laut yang memperlambat aliran air menuju laut.
“Kondisi genangan masih naik karena pasang air laut sampai jam 12.00 Wita,” ujarnya.
Paimun menyebut sebanyak 273 kepala keluarga terdampak genangan di enam RT, yakni RT 1, RT 6, RT 7, RT 8, RT 10 dan RT 12.
Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang mengungsi dan sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing.
“Belum ada yang mengungsi.
Tetapi kalau kondisi belum surut, titik pengungsian Kampung Siaga Bencana sudah kami siapkan,” katanya.

Ia menambahkan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD Tala, Damkar, Danramil dan Polsek untuk mengantisipasi kemungkinan debit air kembali meningkat.
BPBD Tala berharap cuaca membaik dan tidak terjadi hujan susulan di kawasan pegunungan agar genangan di Desa Asam-Asam dapat segera surut.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
