
PANTAU – Camat Jorong Paimun (kaus/topi biru, kiri) bersama Forkopimcam dan aparatur Desa Asam-Asam meninjau lokasi banjir, Minggu (10/6) pagi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Luapan air sungai mulai merendam sejumlah kawasan permukiman di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu (10/5/2026) pagi.
Air dilaporkan mulai naik sejak tengah malam setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di hulu sungai.
Wilayah yang terdampak yaitu Asam-Asam Kampung. Ini merupakan kawasan permukiman yang selalu menjadi langganan banjir saat penghujan tinggi karena berada dekat bantaran sungai.
Genangan terpantau terjadi di beberapa titik langganan banjir seperti RT 6 dan RT 10. Hingga siang, debit air masih terus mengalami kenaikan.
Berdasarkan pemantauan pada tiang pencatat tinggi muka air di tepi Sungai Asam-Asam, RT 6 Dusun 2, ketinggian air pada pukul 09.10 Wita berada di angka 280 sentimeter dan naik menjadi 290 sentimeter pada pukul 12.55 Wita.

Camat Jorong Paimun mengatakan sedikitnya enam RT terdampak luapan air, yakni RT 1, RT 6, RT 7, RT 8, RT 10 dan RT 12.
“Perkiraan warga terdampak sekitar 273 kepala keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, dampak genangan saat ini berupa lantai rumah dan halaman warga yang mulai terendam sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
“Kondisi genangan masih naik karena pasang air laut sampai jam 12.00 Wita siang nanti. Mudahan lekas surut,” katanya.
Di RT 6 yang berada di bantaran sungai, sebagian jalan lingkungan sudah tertutup air. Namun sebagian besar rumah warga masih aman karena berbentuk rumah panggung.

Sementara di RT 10, sejumlah rumah mulai kemasukan air meski jalan lingkungan masih dapat dilalui kendaraan.
Warga setempat bahkan menutup sementara akses jalan di RT 10 RW 03 untuk kendaraan roda empat guna mengurangi gelombang air dari kendaraan yang melintas.
Kepala Desa Asam-Asam Abdul Muhid mengatakan kondisi desa secara umum masih terkendali walaupun air mulai memasuki beberapa rumah warga.
“Memang ada beberapa rumah yang lantainya mulai tergenang, tapi belum dalam,” jelasnya.
Ia menyebut luapan air terjadi akibat kiriman dari kawasan gunung di hulu sungai yang turun menuju wilayah hilir.
Warga kini berharap cuaca segera membaik dan tidak ada hujan susulan di kawasan pegunungan agar debit air cepat surut.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
