
EVAKUASI – Suasana evakuasi korban laka di kawasan Palpalan, Pelaihari, Minggu (15/3) dinihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kecelakaan lalu lintas maut di ruas Jalan Hadji Boejasin (Palpalan), Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Minggu (15/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.25 Wita, menyisakan duka mendalam bagi sebuah keluarga di Desa Damit, Kecamatan Batu Ampar.
Korban yang diketahui seorang lelaki muda berusia 22 tahun itu ternyata baru sekitar dua hari pulang ke kampung halamannya setelah bekerja di Kalimantan Timur.
Kepulangannya yang seharusnya menjadi momen berkumpul bersama keluarga justru berakhir dengan kabar duka.
Benturan Keras di Tengah Malam
Peristiwa tragis tersebut sempat mengejutkan warga sekitar Palpalan. Seorang warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian mengaku mendengar suara benturan keras dari arah jalan raya.
Penasaran, ia kemudian mendekat ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 50 meter dari tempatnya berada.
“Waktu saya dekati kondisinya sudah parah. Darah banyak sekali mengalir dari kepala,” ujarnya.
Korban ditemukan tergeletak telentang di aspal dengan kondisi kepala mengeluarkan darah yang membasahi permukaan jalan. Ia mengenakan celana jins biru tua dan baju kerah pendek berwarna gelap.
Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar luas setelah foto dan video kondisi korban beredar di sejumlah grup percakapan warga.
Korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Baru Dua Hari Pulang dari Perantauan
Penjabat (Pj) Kepala Desa Damit, Samaun, membenarkan bahwa korban merupakan warganya dari RT 10 Desa Damit.
Menurutnya, selama ini korban bekerja sebagai buruh kayu di Kalimantan Timur dan baru sekitar dua hari pulang ke rumah.
“Almarhum bekerja sebagai buruh kayu. Baru sekitar dua hari pulang ke rumah. Selama ini bekerja di Kalimantan Timur,” ungkap Samaun.
Pada malam sebelum kejadian, korban disebut sedang keluar berjalan-jalan ke wilayah Pelaihari.
“Informasinya malam tadi sedang jalan-jalan ke Pelaihari,” tambahnya.
Tinggalkan Istri dan Anak Kecil
Kepergian korban di usia muda meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Ia diketahui telah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang masih kecil.
Tokoh masyarakat Desa Damit yang juga mantan kepala desa setempat, Saiful Ulum, mengatakan korban meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih kecil.
“Korban sudah berkeluarga dan punya satu anak yang masih kecil,” ujarnya.
Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan tempat tinggal korban dan membuat warga sekitar turut berduka.
Dimakamkan di TPU Bangun Rejo
Jenazah korban kemudian dimakamkan pada Minggu siang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) RT 24 Dusun Bangun Rejo, Desa Damit.
Proses pemakaman sempat diwarnai hujan lebat yang mengguyur wilayah desa. Meski demikian, keluarga dan warga tetap mengantar korban ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Kepergian pemuda 22 tahun itu meninggalkan kesedihan mendalam, terutama bagi anaknya yang masih berusia sekitar empat tahun.
Sementara itu, hingga kini kronologi pasti kecelakaan masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Tanah Laut.
Duka yang Tertinggal
Peristiwa tersebut menjadi pengingat betapa cepatnya kehidupan dapat berubah. Kepulangan seorang anak dari perantauan yang seharusnya membawa kebahagiaan bagi keluarga, justru berakhir dengan perpisahan yang begitu menyayat hati.
Kini, yang tertinggal adalah kenangan bagi keluarga serta masa depan seorang anak kecil yang harus tumbuh tanpa kehadiran ayahnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
