
BANJIR – Kondisi terkini banjir di Handil Negara, Selasa (30/12). Sejak sepekan lalu desa kecil di kawasan rawa ini kebanjiran.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Mesin sepeda motor Zulkifli mendadak mati tepat di tengah genangan air. Ia menepi sebisanya, lalu menuntun motornya perlahan di jalan desa yang nyaris tak terlihat bentuk aslinya.
Selasa (30/12/2025) siang itu, banjir masih menyelimuti Desa Handil Negara, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Air yang begitu jernih membentang menutup jalan utama menuju permukiman setempat. Kondisi ini memaksa siapa pun yang melintas menguji keberanian dan kesabaran.
“Apes banget, motor saya mogok saat ban terperosok di lubang yang dalam. Jalan kan terluapi air setinggi 40-an sentimeter, jadi lubang tak terlihat,” papar Zulkifli.

Dari jalan poros Kurau menuju Handil Negara, genangan membentang sekitar setengah kilometer. Di kiri dan kanan jalan, hamparan air menyerupai danau menutupi persawahan yang kini tak lagi terlihat pematangnya.
Jalan yang biasanya kering dan ramai, berubah menjadi lintasan air setinggi 30 hingga 40 sentimeter.
Tak sedikit warga yang memilih menuntun sepeda motor mereka sepanjang genangan. Beberapa berhenti di ruas jalan yang sedikit lebih tinggi, mengeringkan mesin sebelum kembali bergerak.

Namun, tantangan belum selesai. Sekitar 200 meter kemudian, genangan kedua yang lebih dalam kembali menghadang, tepat menuju pusat permukiman dan kantor desa.
Di sanalah, lebih banyak motor menyerah.
“Sudah biasa begini tiap hujan besar,” ucap seorang warga sambil tersenyum tipis, menuntun motornya sejauh hampir 100 meter.
Di dalam kampung, air juga mengisi rumah-rumah warga. Alpiani, warga RT 3 Dusun 1, telah sepekan hidup berdampingan dengan genangan air di dalam rumahnya.

“Memang sudah langganan banjir, tapi tetap saja mengganggu. Mau ke mana-mana susah,” katanya.
Air setinggi belasan sentimeter menggenangi lantai rumahnya. Saat malam tiba dan air sungai pasang, ketinggian bertambah. Halaman rumah tenggelam, jalan desa tak lagi bisa dilalui tanpa basah.
Sementara itu, di RT 1 Dusun 1, Marliana menyulap ruang depan rumahnya menjadi tempat penyimpanan benih padi. Karung-karung gabah disusun di atas apar-apar darurat agar terhindar dari air yang menggenang setinggi sekitar 20 sentimeter.
“Siang agak surut, malam naik lagi. Begitu terus sudah seminggu,” ujarnya.
Menurut Kepala Dusun 1 Handil Negara, Saleha, banjir mulai terjadi sekitar sepekan lalu dan ketinggiannya bertambah sejak Sabtu. Selain merendam rumah warga, banjir yang datang berulang kali membuat kondisi jalan kian rusak.
Data pemerintah desa mencatat, sebanyak 80 rumah terendam di tiga RT, sementara 157 rumah lainnya dikepung air di halaman dan lingkungan sekitar. Total warga terdampak mencapai 237 kepala keluarga atau 723 jiwa.

KADUS 1 Saleha menjelaskan fakta banjir di Desa Handil Negara, Selasa (30/12).
Meski aktivitas terganggu, warga memilih bertahan. Anak-anak terlihat bermain air di jalan desa yang tenggelam, sementara orang dewasa mengatur ulang ruang rumah agar tetap bisa digunakan.
Bagi warga Handil Negara, banjir bukan sekadar genangan air. Ia adalah bagian dari rutinitas tahunan yang memaksa mereka beradaptasi—menuntun motor, meninggikan barang, dan menunggu, hingga air kembali memberi jalan.
(inspirasitala.co.id/inspira)
