
BANJIR – Beginilah kondisi banjir yang terjadi di kawasan Sawahan, Kota Pelaihari, Senin (29/12).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Aktivitas warga di kawasan permukiman padat Sawahan, Kelurahan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, terganggu akibat banjir yang menggenangi rumah dan jalan lingkungan, meski cuaca di wilayah tersebut relatif cerah.
Banjir yang terjadi sejak akhir pekan lalu itu masih bertahan hingga Senin (29/12/2025) hari ini. Penuturan sejumlah warga, air mulai susut namun belum seberapa.
Kondisi tersebut membuat warga heran lantaran pada Hari Minggu kemarin sepanjang hari cuaca sangat cerah.
Warga menduga banjir disebabkan oleh air kiriman dari wilayah hulu. Ketinggian air perlahan naik sejak Hari Minggu pagi dan meluas hingga malam hari.

“Di sini tidak hujan, tapi air terus naik. Kemungkinan besar dari kiriman wilayah atas,” sebut beberapa warga Sawahan.
Di lingkungan RT 18 Jalan Perintis II, genangan mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 10.00 Wita. Pada malam hari, air meluap hingga menutup badan jalan dan masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
“Air sudah masuk ke dalam rumah, di atas mata kaki,” kata Cecep Supriyatna, warga setempat.

Menurut Cecep, sejumlah warga terpaksa membatasi aktivitas di rumah. Ia sendiri berjaga seorang diri karena orangtuanya sedang mengikuti kegiatan rutinan Malam Senin di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar.
Sementara itu, banjir lebih dulu merendam kawasan RT 25 Jalan Sawahan. Genangan terjadi sejak Jumat siang dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Air sampai selutut. Warung gorengan saya ikut terendam, jadi harus mengungsi ke rumah anak,” ujar Asnah, warga RT 25.
Warga lain, Lasiah, mengatakan bagian dapur rumahnya terendam cukup parah karena posisi lantai lebih rendah. Kondisi itu membuat aktivitas memasak tidak bisa dilakukan.

“Dapurnya terendam sampai pinggang, jadi tidak bisa masak,” katanya.
Pantauan di lapangan, genangan air juga menutup sejumlah ruas jalan lingkungan. Di sekitar simpang tiga dekat Langgar Darul Fallah, air merendam jalan hingga puluhan meter.
Di Jalan Perintis II, genangan menghubungkan jalan lingkungan ke muara Jalan Sawahan.
Sementara itu di Jalan Sawahan, panjang genangan mencapai sekitar 50 meter dengan kedalaman rata-rata 20 sentimeter, cukup menghambat mobilitas warga.
Belum ada data resmi jumlah rumah terdampak. Namun warga memperkirakan sedikitnya puluhan dan bahkan bisa sampai seratusan unit rumah di beberapa RT yang terendam.
“Di RT 18 saja sekitar 50 rumah. Kalau digabung dengan RT lain bisa sekitar 100 rumah,” sebut Cecep.
Hingga Senin sore, air masih bertahan di sejumlah titik permukiman. Warga berharap genangan segera surut agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.
(inspirasitala.co.id/inspira)
