
H SYAKRIL HADRIANADI, kepala Dinas PUPRP Tala
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Runtuh totalnya jembatan box culvert di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambang Ulang, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan..
Selain memutus akses penghubung antarwilayah, insiden ini juga merenggut nyawa seorang warga yang terperosok ke lubang jembatan saat melintas, Sabtu subuh.kemarin.
Peristiwa tragis tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tala sejak Jumat malam. Arus air yang meluap deras menggerus struktur jembatan di perbatasan Dusun 2 dan Dusun 3 hingga ambruk pada Sabtu pagi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala, H Syakhril Hadrianadi, menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem memang telah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan berdampak luas di sejumlah daerah Kalimantan Selatan.
“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat tajam. Di Martadah Baru, arus yang sangat besar membuat box culvert tidak mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh,” ujar Syakhril saat ditemui di Posko Singgah Pemkab Tala, Gunung Kayangan, Minggu (28/12/2025).
Menurutnya, peristiwa ini langsung mendapat atensi pimpinan daerah. Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto bersama anggota DPRD Tala Joko Pitoyo telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas PUPRP untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat.
Syakhril mengungkapkan, sebelumnya penanganan jembatan Martadah Baru telah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2026. Namun, tingkat kerusakan yang berat serta perubahan bentang sungai akibat runtuhan mengharuskan dilakukan kajian ulang terhadap desain jembatan.
“Kalau hanya dibangun kembali dengan box culvert, risikonya masih tinggi. Karena itu kami menyiapkan opsi konstruksi yang lebih kuat dan permanen menggunakan tiang pancang agar mampu menahan debit air besar di masa mendatang,” jelasnya.
Perubahan desain tersebut tentu berdampak pada kebutuhan anggaran yang lebih besar. Untuk itu, Dinas PUPRP Tala membuka opsi pergeseran alokasi anggaran dalam APBD 2026 guna memprioritaskan pembangunan ulang jembatan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
“Saya akan mengusulkan hal ini kepada Sekda, Wakil Bupati, dan Bupati. Arahan dari Bupati juga jelas, agar dilakukan lelang dini supaya penanganan bisa dipercepat,” tambah Syakhril.

PUTUS – Inilah keadaan jalan penghubung Dusun 2 dan 3 Martadah Baru yang terputus total akibat runtuhnya jembatan box culvert, Sabtu (27/12) pagi.
Sambil menunggu pembangunan permanen, warga diminta menggunakan jalur alternatif meski harus menempuh jarak lebih jauh. Pemerintah daerah memastikan percepatan penanganan menjadi prioritas utama.
“Mohon kesabaran masyarakat. Target kami, penanganan fisik bisa dimulai Januari 2026, atau paling lambat Februari,” pungkasnya.
Sebagai langkah awal, Dinas PUPRP Tala dijadwalkan melakukan analisis teknis percepatan bersama Bidang Bina Marga pada awal pekan ini untuk merumuskan langkah konkret penanganan jembatan dalam waktu sesingkat mungkin.
(inspirasitala.co.id/inspira)
