
RAKOR – Wabup Tala HM Zazuli dan jajaran mengikuti Rapat Koordinasi TPPS Tala di Banjarmasin, Senin (15/12), secara luring dan daring.
INSPIRASITALA.CO.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus memantapkan langkah percepatan pencegahan dan penurunan stunting dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tanah Laut yang digelar Senin kemarin di Banjarmasin, secara luring dan daring.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur. Terhimpun media ini, Rabu (17/12/025), kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi program, sekaligus merumuskan langkah konkret penanganan stunting di Bumi Tuntung Pandang.
Plh Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Tala H Akhmad Hairin mengatakan dukungan pimpinan daerah terhadap penanganan stunting sangat kuat.
Hal tersebut ditandai dengan telah diterbitkannya Peraturan Bupati tentang pencegahan dan penurunan stunting, pembentukan Tim Koordinasi TPPS (Tim Percepatan dan Penurunan Stunting), serta pengalokasian anggaran yang tersebar di sejumlah SKPD.
“Dukungan anggaran dan program tidak hanya berada di satu dinas, tetapi tersebar di Dinas P3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial, Dinas PMD, hingga kecamatan dan pemerintah desa,” jelasnya.
Sejumlah program dan inovasi lintas sektor juga terus dijalankan. Salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), di mana Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut bersama para istri turut menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting.
Program yang telah diluncurkan sejak 2024 ini mendapat dukungan dari BKKBN Provinsi, Baznas, serta mitra lainnya.
Selain Genting, masing-masing SKPD juga mengembangkan inovasi sesuai tugas dan fungsinya guna mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli saat membuka rapat koordinasi menegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan. Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan erat dengan gizi, sanitasi, lingkungan, hingga kondisi sosial masyarakat.
“Stunting tidak bisa ditangani oleh satu atau dua perangkat daerah saja. Dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Tanah Laut berharap dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran demi mewujudkan generasi Tanah Laut yang sehat dan berkualitas.

