
DOSEN Prodi Akuntansi Perpajakan Politala melakukan pengabdian masyarakat di Desa Benua Tengah, Kamis (5/11).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI  – Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) melalui Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Banua Tengah, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.Â
Kegiatan bertajuk Peningkatan Literasi Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan untuk Mendukung Keberlanjutan UMKM di Desa Banua Tengah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengenai pentingnya pencatatan serta pengelolaan keuangan secara tertib dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Anindya Ratna Kartika Hady, S.Ak., M.Ak., bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi mengenai pembukuan sederhana, penghitungan biaya produksi, analisis keuntungan, hingga penyusunan laporan keuangan usaha.
Koordinator Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politala, M Riduan Abdillah, S.E., M.Si., Akt., CA., turut hadir bersama rombongan dosen Akuntansi Perpajakan.
Dalam pemaparannya, Anindya menjelaskan bahwa pencatatan keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM.
Melalui pembukuan yang tertib, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan, mengendalikan biaya operasional, serta mengukur keuntungan maupun potensi kerugian usaha.
Ia juga menjelaskan bahwa pencatatan keuangan dapat dimulai dengan cara sederhana, seperti menyimpan bukti transaksi, mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, memantau persediaan, serta membuat rekapitulasi keuangan setiap akhir bulan.
Pencatatan tersebut dapat dilakukan menggunakan buku tulis maupun telepon seluler. Hal yang paling penting adalah konsistensi dalam mencatat setiap transaksi serta memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan rumah tangga.
Materi edukasi juga membahas sejumlah persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha tanpa pembukuan, di antaranya tercampurnya uang usaha dengan uang pribadi, kesulitan mengetahui keuntungan sebenarnya, serta terbatasnya informasi keuangan ketika membutuhkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Untuk memberikan pemahaman praktis, peserta diajak mengikuti simulasi pengelolaan keuangan melalui dua contoh bidang usaha, yakni produksi tempe dan peternakan ayam dengan sistem plasma.
Pada simulasi usaha tempe, peserta diperkenalkan dengan penghitungan harga pokok produksi (HPP), yang mencakup biaya kedelai, ragi, bahan pembungkus, tenaga kerja, energi, dan penyusutan peralatan.
Dalam contoh perhitungan tersebut, produksi sebanyak 2.700 kilogram tempe membutuhkan biaya produksi Rp20,55 juta. Dengan harga jual Rp10.000 per kilogram, nilai penjualan mencapai Rp27 juta.
Setelah memperhitungkan biaya pengantaran dan kerugian produk rusak atau tidak terjual, keuntungan bersih usaha mencapai Rp5,6 juta dalam satu bulan.
Sementara itu, pada simulasi peternakan ayam plasma, peserta diajak menghitung hasil panen, pemasukan, serta berbagai komponen biaya yang menjadi tanggungan peternak.
Dari contoh pemeliharaan 2.000 ekor ayam dengan hasil panen sebanyak 1.900 ekor, penghitungan seluruh komponen penerimaan dan pengeluaran menghasilkan keuntungan bersih Rp6 juta dalam satu siklus pemeliharaan.
Selain pembukuan dan penghitungan keuntungan, peserta juga diperkenalkan dengan tiga komponen laporan keuangan sederhana yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), yakni laporan laba rugi, laporan posisi keuangan atau neraca, serta catatan atas laporan keuangan.
Ketiga laporan tersebut memiliki fungsi dalam memberikan gambaran mengenai pendapatan, biaya, aset, kewajiban, dan modal usaha sehingga dapat menjadi dasar bagi pelaku UMKM dalam mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politala mendorong peningkatan literasi akuntansi dan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Banua Tengah.
Penerapan pembukuan sederhana dan laporan keuangan diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola modal, mengendalikan pengeluaran, mengetahui keuntungan secara lebih akurat, serta memperkuat kesiapan usaha dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
