
GUBERNUR H Muhidin menandatangani Kesepakatan Bersama pembangunan Judesa, Senin (31/8), di Banjarmasin.
INSPIRASITALA.CO.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Salah satunya melalui keterlibatan dalam Pilot Project Sinergi Pembangunan Jembatan Desa (Judesa).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Pilot Project Sinergi Pembangunan Jembatan Desa di Banjarmasin, Senin (31/8/2026).
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut hadir melalui Wakil Bupati HM Zazuli bersama jajaran.
Program Judesa merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan jembatan desa yang menjadi akses penting masyarakat, terutama menuju satuan pendidikan maupun fasilitas pelayanan publik lainnya.
Program tersebut melibatkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI dan Polri. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas akses masyarakat di wilayah perdesaan.
Berdasarkan pendataan Kementerian Dalam Negeri, terdapat 6.382 usulan jembatan secara nasional yang tersebar di 559 kabupaten/kota.
Sementara itu di Kalimantan Selatan tercatat 331 usulan jembatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota.
Keterlibatan Tanah Laut dalam program tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.

WABUP Tala HM Zazuli
Perkuat Konektivitas Antarwilayah
Selain pembangunan jembatan desa, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat konektivitas regional di Kalimantan Selatan.
Beberapa di antaranya pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut, koridor lintas tengah Pulau Laut, serta peningkatan konektivitas pada koridor Banjarbaru–Mantewe.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan skema pembiayaan inovatif melalui PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia sebagai salah satu alternatif untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
Bagi Tanah Laut, penguatan konektivitas regional memiliki arti penting karena infrastruktur menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Jalan dan jembatan yang terkoneksi dengan baik diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Infrastruktur Harus Beri Manfaat Nyata
Masyarakat menyambut positif langkah pemerintah memperkuat pembangunan jembatan dan konektivitas. Namun, warga berharap pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Rahman, warga Pelaihari, berharap program pembangunan jembatan desa dapat menyasar wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses.
“Jembatan sangat penting untuk aktivitas warga. Harapannya wilayah yang memang membutuhkan bisa menjadi prioritas, terutama akses anak sekolah dan masyarakat yang membawa hasil pertanian,” ujarnya.
Sementara Siti, warga Tanah Laut, berharap pembangunan infrastruktur juga dibarengi dengan pemeliharaan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dirawat. Kalau jembatan bagus dan akses lancar, tentu sangat membantu masyarakat dan perekonomian desa,” katanya.
Pemkab Tanah Laut berharap sinergi bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalsel dapat terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur berjalan lebih terarah dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Dengan konektivitas yang semakin baik, akses antarwilayah diharapkan semakin terbuka, mobilitas masyarakat lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, serta pemerataan pembangunan dapat terus ditingkatkan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
