
BUPATI H Rahmat Trianto dan Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat berpose bersama peserta TEC 2 di kawasan Palpalan, Pelaihari, Sabtu (15/8) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Gelaran Tala Ethnic Carnival (TEC) 2 Tahun 2026 mendapat sambutan antusias masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Ribuan warga memadati kawasan Jalan Hadji Boejasin, Palpalan, Pelaihari, untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan kreativitas, keberagaman etnik, wastra dan seni pertunjukan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) pun melihat tingginya antusiasme tersebut sebagai modal penting untuk mengembangkan TEC menjadi event budaya yang lebih besar dan berdaya ungkit bagi daerah.
Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto mengatakan, TEC 2026 yang mengusung tema “Unity in Diversity” merupakan penyelenggaraan kedua.
Jumlah peserta meningkat dari sekitar 50 pada pelaksanaan sebelumnya menjadi hampir 70 peserta tahun ini.
“Ini merupakan kegiatan tahunan dan kali kedua kita melaksanakan karnaval seperti ini. Jumlah pesertanya meningkat, dari sekitar 50 menjadi hampir 70. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berpartisipasi,” ujar H Rahmat.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan TEC memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Ke depan,
Pemkab Tala berharap event ini tidak hanya menjadi agenda tahunan kabupaten, tetapi dapat melibatkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.
“Ke depan kita berharap bisa melibatkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan,” katanya.
H Rahmat menilai, keterlibatan lebih luas akan membuat TEC memiliki gaung yang semakin besar sekaligus membuka peluang menjadikannya sebagai salah satu festival budaya yang diperhitungkan di Kalimantan.
Pengembangan event, lanjutnya, juga tidak semata mengejar kemeriahan. TEC diharapkan mampu menjadi ruang promosi budaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Ruang Persatuan dan Kreativitas
Bupati menegaskan, keberagaman masyarakat Tanah Laut merupakan kekuatan yang dapat terus dirawat melalui kegiatan budaya.
Berbagai latar belakang masyarakat, seperti Banjar, Jawa, Bugis, Sunda dan kelompok masyarakat lainnya, dapat dipertemukan dalam satu panggung kebudayaan.
“Perbedaan inilah yang menjadi kekuatan kita. Kita memiliki beraneka ragam suku dan budaya, tetapi semuanya bisa bersatu dalam satu kegiatan. Inilah makna dari tema Unity in Diversity,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas para peserta, terutama generasi muda yang mampu menerjemahkan kekayaan budaya dalam bentuk busana dan pertunjukan yang atraktif.
Bagi Pemkab Tala, pembangunan daerah tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, seni, budaya dan kreativitas.
Bersama Wakil Bupati HM Zazuli, H Rahmat menegaskan pembangunan Tala harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Kita membangun sumber daya manusia, infrastruktur, budaya, kesenian dan semuanya. Semua harus kita gabungkan untuk kemajuan Tala dan Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Jalan Hadji Boejasin Jadi Panggung Budaya
Sepanjang pelaksanaan TEC 2026, Jalan Hadji Boejasin praktis berubah menjadi panggung pertunjukan terbuka.
Ribuan warga memenuhi sisi jalan mulai dari titik awal parade hingga kawasan depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pelaihari.
Sebagian datang bersama keluarga, sementara lainnya membawa telepon seluler untuk mengabadikan penampilan peserta.
Tepuk tangan, sorakan dan kilatan kamera mengiringi peserta yang melintas. Bahkan sejumlah warga secara spontan mendekati peserta untuk berfoto bersama.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai sekolah, organisasi masyarakat, masyarakat umum hingga perangkat daerah.
Mereka menampilkan konsep yang beragam, mulai busana dan tradisi daerah, kearifan lokal hingga perpaduan unsur etnik dengan desain kontemporer.
Wastra, ornamen tradisional dan berbagai elemen budaya dikemas menjadi kostum yang atraktif sehingga mampu menjembatani kekayaan tradisi dengan selera generasi muda.
Keramaian tersebut sekaligus memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pedagang makanan, minuman dan pelaku usaha kecil mendapat tambahan konsumen dari membludaknya pengunjung.
Tiga Juara Utama
Semarak TEC 2026 juga diwarnai kompetisi kreativitas antarpeserta.
Untuk kategori SKPD, Juara I diraih Kecamatan Takisung. Pada kategori sekolah, Juara I diraih SMK Negeri 1 Takisung. Sementara kategori organisasi, Juara I diraih Lintang Kencana.
Hasil tersebut menunjukkan ruang kreativitas dalam TEC terbuka bagi berbagai unsur, baik perangkat daerah, sekolah maupun organisasi masyarakat.
Bagi Pemkab Tala, meningkatnya jumlah peserta, tingginya antusiasme warga, kreativitas generasi muda dan dampak ekonomi yang muncul menjadi modal penting untuk membawa TEC ke level berikutnya.
Dengan penguatan identitas budaya Tala, peningkatan kualitas penyelenggaraan, konsistensi pelaksanaan serta perluasan keterlibatan daerah lain, TEC diharapkan tumbuh dari sebuah karnaval daerah menjadi festival budaya yang memiliki daya tarik lebih luas.
Dari Pelaihari, Pemkab Tala mendorong agar semangat Unity in Diversity tidak berhenti di panggung karnaval, tetapi menjadi identitas yang memperkuat kebersamaan, budaya dan ekonomi masyarakat Tanah Laut serta Kalimantan Selatan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
