
PERSONEL Damkar Sektor Bati-Bati gerak cepat memadamkan api yang melumat bondong di kawasan belakang Pompes Ubudiyah, Jumat (10/7) sore.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kesigapan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Bati-Bati kembali mencegah kebakaran lahan berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Hanya beberapa menit setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan berhasil menyelamatkan areal persawahan warga dari ancaman kobaran api di Jalan Pesantren Ubudiyah, Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Jumat (10/7/2026) sore.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, Totom Wahyudi, Sabtu (11/7/2026), mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 16.25 Wita.
Personel Damkar Sektor Bati-Bati segera melakukan persiapan peralatan dan meluncur ke lokasi kejadian.
“Setelah tiba di lokasi, anggota langsung melakukan pemetaan kondisi kebakaran sekaligus mengisolasi titik api agar tidak menjalar ke lahan pertanian milik warga,” ujar Totom.
Satu unit armada pemadam dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel kemudian melakukan penyemprotan secara intensif hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 Wita atau setelah penanganan berlangsung sekitar satu jam 15 menit.
Sekitar dua hektare lahan kosong memang hangus terbakar. Namun, berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dihentikan sebelum mencapai hamparan tanaman padi yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Totom, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam setiap penanganan kebakaran lahan, terutama saat vegetasi mulai mengering akibat musim kemarau.
“Alhamdulillah api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai merusak sawah milik warga. Ini menjadi bukti pentingnya respons cepat ketika laporan diterima,” katanya.
Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila melihat asap atau titik api sehingga petugas dapat bergerak secepat mungkin.
Kebakaran di Desa Padang menambah rangkaian kejadian karhutla yang belakangan mulai terjadi di Kabupaten Tanah Laut.
Sebelumnya, sekitar 20 hektare lahan semak belukar terbakar di jalur menuju Pantai Asmara, Kecamatan Jorong.
Selanjutnya, titik api juga sempat muncul di kawasan lahan bondong perbatasan Desa Gunung Raja dan Desa Sungaipinang, disusul kebakaran di kawasan Tanggul, Desa Padang, serta kebakaran lahan di wilayah Maluka Baulin, Kecamatan Kurau.
Rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap ancaman karhutla harus terus ditingkatkan.
Satpol PP dan Damkar Tanah Laut bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, pemerintah desa, hingga masyarakat terus memperkuat sinergi agar setiap titik api dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
